Monday, June 8, 2026
Neraka di Hari Itu
Manfaat Puja Ksitigarbha Bodhisattva
Saya ingin membagikan sebuah penggalan dari Sutra Ksitigarbha Bodhisattva yang menurut saya cukup penting untuk dipahami dengan benar.
Di kalangan umat Buddhis, masih cukup sering dijumpai pandangan bahwa Bodhisattva Ksitigarbha hanya berkaitan dengan orang yang telah meninggal dunia atau alam penderitaan. Bahkan ada yang beranggapan bahwa melakukan puja kepada Bodhisattva Ksitigarbha, atau memiliki altar Beliau di rumah, dapat mendatangkan kesialan maupun bencana. Pandangan-pandangan seperti ini sebenarnya tidak memiliki dasar dalam ajaran sutra.
Jika kita membaca Sutra Ksitigarbha secara langsung, justru kita menemukan bahwa Sang Buddha menjelaskan banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang menghormati, memuja, membaca, melafalkan, dan mengingat Bodhisattva Ksitigarbha. Sebagian besar manfaat tersebut bahkan berkaitan langsung dengan kehidupan saat ini, seperti perlindungan, bertambahnya kebajikan, keharmonisan keluarga, kesehatan, keselamatan, kebijaksanaan, serta kemajuan di jalan menuju Pencerahan.
Berikut adalah terjemahan bagian sutra yang menjelaskan dua puluh delapan manfaat yang akan diperoleh oleh mereka yang menghormati dan melakukan puja kepada Bodhisattva Ksitigarbha.
Terjemahan Penggalan Sutra
Sang Buddha bersabda kepada Bodhisattva Ākāśagarbha:
"Dengarkanlah dengan seksama, dengarkanlah dengan seksama. Aku akan menjelaskan satu per satu manfaat tersebut kepadamu.
Di masa mendatang, apabila ada putra atau putri berbudi yang melihat rupang Bodhisattva Ksitigarbha, mendengar Sutra ini, membacanya, melafalkannya, serta mempersembahkan dupa, bunga, makanan, minuman, pakaian, maupun berbagai benda berharga sebagai penghormatan dan persembahan kepada Beliau; juga memuji kebajikan-Nya, memandang-Nya dengan penuh hormat, dan bersujud kepada-Nya, maka mereka akan memperoleh dua puluh delapan manfaat berikut:
- Akan senantiasa dilindungi oleh para dewa dan naga.
- Akar-akar kebajikan mereka akan bertumbuh dari hari ke hari.
- Akan menghimpun sebab dan kondisi luhur menuju kesucian.
- Tidak akan mundur dari Jalan Bodhi menuju Pencerahan.
- Tidak akan kekurangan sandang dan pangan.
- Terhindar dari wabah penyakit yang menimpa banyak orang.
- Terbebas dari malapetaka yang disebabkan oleh api maupun air.
- Terlindung dari ancaman pencuri dan perampok.
- Dihormati dan dihargai oleh siapa pun yang menjumpai mereka.
- Mendapat bantuan serta perlindungan dari makhluk-makhluk gaib yang bajik.
- Bagi perempuan yang menghendakinya, dapat terlahir sebagai laki-laki pada kehidupan mendatang.
- Bagi perempuan yang menghendakinya, dapat terlahir dalam keluarga pemimpin, pejabat, atau orang terpandang.
- Memiliki rupa dan penampilan yang baik serta berwibawa.
- Sering terlahir di alam-alam surga.
- Berkesempatan menjadi pemimpin atau penguasa yang membawa manfaat bagi banyak makhluk.
- Memiliki kebijaksanaan untuk mengetahui kehidupan-kehidupan lampau.
- Segala cita-cita yang selaras dengan kebajikan dapat tercapai.
- Keluarga dan kerabat hidup dalam keharmonisan serta kebahagiaan.
- Terhindar dari berbagai bencana dan kemalangan.
- Terbebas selamanya dari kelahiran di alam-alam penderitaan.
- Dalam setiap perjalanan dan usaha, tujuan dapat tercapai dengan selamat.
- Memperoleh mimpi yang damai, tenteram, dan membawa kebahagiaan.
- Sanak keluarga yang telah meninggal dapat terbebas dari penderitaan.
- Menikmati buah kebajikan yang telah ditanam pada kehidupan-kehidupan lampau.
- Dipuji dan dihormati oleh para bijaksana serta makhluk suci.
- Memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, dan kemampuan memahami Dharma dengan baik.
- Memiliki hati yang lapang, penuh welas asih, dan mampu memahami penderitaan makhluk lain.
- Pada akhirnya akan mencapai Kebuddhaan yang sempurna."
Catatan istilah
- Earth Store Bodhisattva → Bodhisattva Ksitigarbha (lebih umum daripada "Bodhisattva Gudang Bumi")
- Bodhi → Jalan Bodhi menuju Pencerahan (agar maknanya lebih mudah dipahami pembaca umum)
- Good roots → akar-akar kebajikan
- Sagehood → kesucian atau pencapaian para suci
- Bad karmic paths → alam-alam penderitaan (lebih natural daripada "jalur karma buruk")
- Ghosts and spirits → makhluk-makhluk gaib yang bajik (agar tidak menimbulkan kesan semua roh adalah negatif)
- Ultimately realize Buddhahood → mencapai Kebuddhaan yang sempurna
Reference
Topeng, Privasi, dan Kota yang Terlalu Jujur
Saturday, June 6, 2026
12 Great Vows of Medicine Buddha
Untuk ikrar agungnya yang keempat, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga semua makhluk yang menempuh jalan yang keliru diarahkan ke jalan menuju Pencerahan. Semoga mereka yang telah memasuki Jalan Para Śrāvaka maupun Jalan Para Pratyekabuddha dituntun menuju Kendaraan Agung (Mahāyāna)."
Untuk ikrar agungnya yang kelima, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga semua makhluk yang dekat denganku menjalankan perilaku suci. Demikian pula, semoga makhluk-makhluk lain yang jumlahnya tanpa batas mendengar namaku, dan melalui kekuatanku mereka berpegang teguh pada tiga ikrar serta memiliki disiplin moral yang murni dan tak tercemar. Semoga tidak seorang pun menjalankan disiplin yang keliru hingga terjatuh ke alam-alam rendah."
Untuk ikrar agungnya yang keenam, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga makhluk-makhluk yang bertubuh lemah, memiliki indra yang terganggu, berparas buruk; yang bisu, pincang, bungkuk, atau berpenyakit kulit; yang bermata satu, buta, tuli, sakit jiwa; maupun yang tubuhnya dilanda berbagai penyakit lainnya, mendengar namaku. Ketika mereka mendengarnya, semoga seluruh indra mereka menjadi sempurna dan tubuh mereka kembali utuh."
Untuk ikrar agungnya yang ketujuh, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga makhluk-makhluk yang tubuhnya terserang berbagai penyakit, yang rapuh, tanpa perlindungan, kekurangan kebutuhan hidup dan obat-obatan, tidak memiliki siapa pun yang merawat mereka, hidup dalam kemiskinan dan penderitaan, mendengar namaku. Semoga semua penyakit mereka lenyap. Semoga mereka memperoleh kesehatan dan hidup bebas dari bahaya sampai akhirnya mencapai Pencerahan."
Untuk ikrar agungnya yang kedelapan, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga para perempuan yang menderita akibat berbagai keterbatasan dan kesulitan karena terlahir sebagai perempuan, yang tidak menginginkan keadaan tersebut dan ingin terbebas darinya, dapat meninggalkan kelahiran sebagai perempuan dan terlahir sebagai laki-laki sampai mereka mencapai Pencerahan."
Untuk ikrar agungnya yang kesembilan, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga aku membebaskan semua makhluk dari belenggu Māra. Semoga mereka yang tersesat karena pandangan-pandangan yang menyimpang, bertentangan, dan kacau ditegakkan dalam Pandangan Benar. Kemudian, secara bertahap, semoga aku mengajarkan kepada mereka laku seorang Bodhisatwa."
Untuk ikrar agungnya yang kesepuluh, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga kekuatan jasa kebajikanku membebaskan dari segala bentuk bahaya makhluk-makhluk yang ketakutan karena ancaman penguasa, yang dibelenggu, dipukuli, disiksa, dijatuhi hukuman mati, dianiaya dengan berbagai tipu daya, dipermalukan, serta menderita secara jasmani, ucapan, maupun batin."
Untuk ikrar agungnya yang kesebelas, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga aku menyediakan makanan yang segar, harum, dan lezat bagi makhluk-makhluk yang terbakar oleh lapar dan dahaga, yang bersusah payah mencari makanan hingga melakukan perbuatan tidak bajik. Setelah tubuh mereka terpuaskan, semoga aku membahagiakan mereka lebih jauh lagi dengan cita rasa Dharma."
Ikrar agung kedua belas dari Yang Tathāgata adalah sebagai berikut:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga aku menyediakan pakaian yang sesuai kebutuhan dan berwarna indah bagi makhluk-makhluk yang telanjang, tidak memiliki pakaian, miskin, menderita, dan sengsara siang maupun malam karena dingin, panas, lalat, dan serangga yang menggigit. Semoga aku memenuhi segala harapan makhluk-makhluk dengan berbagai jenis permata, perhiasan, untaian bunga, wewangian, minyak harum, musik, alat-alat musik, dan genderang yang mereka inginkan."
- Perfect Buddha → Buddha Sempurna / Kebuddhaan sempurna
- Unsurpassed and perfect awakening → Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara (padanan anuttarā samyaksaṃbodhi)
- Great Vehicle → Kendaraan Agung (Mahāyāna)
- Hearers → Śrāvaka
- Solitary Buddhas → Pratyekabuddha
- Skillful means → sarana-upaya (upāya-kauśalya)
- Correct view → Pandangan Benar
- Dharma dipertahankan sebagai istilah Buddhis baku
- Thus-gone one → Tathāgata
- Māra dipertahankan sebagai nama diri dalam kosmologi Buddhis.
Thursday, June 4, 2026
Wednesday, June 3, 2026
Reason for Writing : Living a Thousand Life
Monday, June 1, 2026
Eldareth : Elegy for a Fleeting Moment
Di belakang punggungnya, di sela-sela duri hitam pohon Alarion, sekuntum bunga kecil berwarna putih pucat mekar dengan anggun, melepaskan aroma manis yang samar ke udara. Pohon itu tidak berbicara, namun riak daunnya seolah tahu: Sister Marienne telah kembali, bukan sebagai penjaga makam yang bosan, melainkan sebagai seorang penyembuh yang akhirnya benar-benar memahami arti dari kehidupan.