Tuesday, June 23, 2026
Jurnal Anak, Kebebasan Berekspresi, dan Ketakutan Orang Dewasa terhadap Kejujuran
Kadang-Kadang, Untung Gue Nggak Dapat Apa yang Gue Mau
Cut Contact: Solusi atau Jalan Terakhir?
Sunday, June 21, 2026
Imajinasi, Identitas, dan Dunia yang Tumpang Tindih
Hal yang sama terjadi ketika aku mengidolakan Vahn dari Legend of Legaia. Rumahku terasa seperti Rim Elm. Jalanan yang kulewati menjadi bagian dari dunia Legaia yang dipenuhi Mist. Orang-orang di sekelilingku seakan menjadi karakter yang hidup di dalam semesta yang sama.
Aku yakin banyak anak lain mengalami hal serupa. Mungkin mereka membayangkan diri sebagai Spider-Man, Superman, Sherlock Holmes, atau tokoh favorit lainnya. Tokohnya berbeda, tetapi mekanismenya sama. Mereka membayangkan diri menjadi sosok yang mereka kagumi. Mereka mencoba berpikir seperti tokoh itu, berbicara seperti tokoh itu, bertindak seperti tokoh itu. Bahkan lingkungan di sekitar mereka perlahan menyatu dengan dunia tempat tokoh tersebut berasal.
Manoseṭṭhā manomayā;
Manasā ce pasannena,
Bhāsati vā karoti vā;
Tato naṃ sukhamanveti,
Chāyāva anapāyinī
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,
Pikiran adalah pemimpin,
Pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni,
Maka kebahagiaan akan mengikutinya,
Bagaikan bayang-bayang yang tak akan meninggalkan bendanya
Intro into EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing)
- langsung panik kalau ketemu trigger tertentu,
- merasa malu luar biasa saat mengingat kejadian lama,
- marah berlebihan,
- atau tubuhnya bereaksi otomatis walaupun secara logika dia tahu sudah aman.
- mengikuti gerakan jari kanan-kiri,
- mendengar suara kanan-kiri melalui headphone,
- atau tapping bergantian di kedua sisi tubuh.
- ingatan lain,
- emosi lain,
- sensasi tubuh,
- atau insight baru.
- mengingat trauma
- sambil mengikuti gerakan mata
- World Health Organization
- American Psychological Association
- kemarahan yang sangat dalam,
- pengalaman hidup yang meninggalkan bekas,
- hypervigilance,
- kebutuhan memahami manusia dan penderitaan.
- siapa yang salah,
- kenapa itu terjadi,
- apa pelajarannya.
Wednesday, June 17, 2026
Tentang Ruang yang Hanya Milik Diri Sendiri
Tuesday, June 16, 2026
Betty Ong - Pahlawan 9/11
Kalau ngomongin pahlawan 9/11, kebanyakan orang langsung ingat petugas pemadam kebakaran atau polisi yang masuk ke gedung. Tapi ada satu nama yang sering luput dari perhatian: Betty Ong.
Dan menurut saya, kisahnya luar biasa justru karena dia bukan orang yang mengangkat senjata atau melawan secara fisik. Senjatanya cuma satu: ketenangan.
Siapa Betty Ong?
Betty Ong adalah pramugari senior American Airlines yang sudah bekerja sekitar 14 tahun. Pada pagi 11 September 2001, dia bertugas di September 11 attacks sebagai awak kabin di American Airlines Flight 11, pesawat pertama yang dibajak teroris dan kemudian ditabrakkan ke Menara Utara World Trade Center.
Yang menarik, dia sebenarnya mengambil jadwal penerbangan itu supaya bisa melanjutkan liburan ke Hawaii bersama saudarinya setelah tugas selesai. Tapi takdir berkata lain.
Apa yang dia lakukan?
Sekitar 20 menit setelah pesawat lepas landas, para pembajak mulai mengambil alih pesawat.
Dalam kondisi kacau:
- Awak kabin ditusuk.
- Seorang penumpang tewas.
- Kokpit tidak bisa dihubungi.
- Pintu kokpit tidak dapat dibuka.
- Ada zat seperti semprotan merica yang membuat orang sulit bernapas.
Di tengah semua itu, Betty berhasil menggunakan telepon pesawat untuk menghubungi pusat operasi American Airlines.
Kalimat yang paling terkenal dari panggilannya kurang lebih:
"I think we're getting hijacked."
("Saya rasa kami sedang dibajak.")
Yang luar biasa adalah dia tidak panik. Rekaman panggilannya menunjukkan dia tetap berbicara secara sistematis dan profesional selama sekitar 23 menit. Dia melaporkan apa yang diketahui, apa yang tidak diketahui, siapa yang terluka, posisi para pembajak, dan kondisi pesawat.
Kenapa tindakannya sangat penting?
Bayangin situasinya.
Pada saat itu belum ada yang tahu kalau Amerika sedang diserang secara terkoordinasi.
Awalnya banyak orang mengira ini mungkin pembajakan biasa.
Informasi dari Betty membantu pihak maskapai, FAA, dan penyelidik memahami bahwa:
- Ini benar-benar pembajakan.
- Para pembajak menggunakan kekerasan mematikan.
- Kokpit sudah direbut.
- Ada lebih dari satu pelaku.
Bahkan informasi tentang nomor kursi para pembajak yang disampaikan oleh awak kabin menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan setelahnya.
Komisi 9/11 kemudian menyebut tindakan Betty sebagai tindakan heroik karena informasi yang dia berikan sangat membantu memahami apa yang sedang terjadi saat serangan berlangsung.
Yang paling mengesankan buat saya
Bukan fakta bahwa dia menelepon.
Tapi cara dia menelepon.
Kalian bisa denger dari transkrip dan kesaksian orang-orang yang menerima panggilannya: dia tetap tenang ketika hampir semua orang punya alasan untuk panik. Orang yang menerima teleponnya menggambarkan dia sebagai "calm, professional, and poised."
Itu mengingatkan saya pada prinsip yang sering kita bahas soal Stoicism:
Kita tidak selalu bisa mengendalikan keadaan.
Tapi kita bisa memilih bagaimana kita merespons keadaan.
Betty tidak bisa menghentikan para pembajak.
Dia tidak bisa membuka kokpit.
Dia tidak bisa menyelamatkan pesawat.
Tapi dia masih bertanya:
"Apa hal paling berguna yang masih bisa saya lakukan sekarang?"
Dan jawabannya adalah: mengirim informasi.
Dia fokus pada apa yang masih berada dalam lingkup tindakannya.
Pelajaran yang bisa dipetik
1. Tetap berguna saat panik
Dalam krisis, banyak orang sibuk bertanya:
"Kenapa ini terjadi?"
Betty fokus pada:
"Apa yang perlu diketahui orang lain?"
Itu mindset yang sangat kuat.
2. Keberanian bukan berarti tidak takut
Keberanian sering digambarkan sebagai orang yang tidak takut.
Padahal sering kali keberanian adalah:
Takut, tapi tetap melakukan tugas yang benar.
3. Informasi bisa menyelamatkan nyawa
Kadang kontribusi terbesar bukan tindakan heroik yang spektakuler.
Kadang cuma observasi yang akurat, komunikasi yang jelas, dan kepala yang dingin.
4. Karakter terlihat saat tekanan maksimum
Semua orang bisa terlihat hebat ketika situasi aman.
Karakter sejati biasanya muncul saat keadaan paling buruk.
Dan dalam 23 menit terakhir hidupnya, Betty Ong menunjukkan karakter yang luar biasa.
Ada satu hal yang selalu bikin saya terkesan tentang kisah Betty Ong.
Dia tahu ada sesuatu yang sangat salah.
Dia tahu orang-orang sudah ditusuk.
Dia tahu kokpit sudah direbut.
Tapi sepanjang panggilan itu, fokusnya bukan dirinya sendiri.
Fokusnya adalah membantu orang lain memahami apa yang sedang terjadi.
Itulah sebabnya, sampai hari ini, banyak orang menganggap Betty Ong bukan sekadar korban 9/11.
Dia adalah salah satu pahlawan pertama pada hari itu.