Sunday, August 2, 2026
Milarepa's Blessing for Patrons at Nya Non
Monday, June 8, 2026
Manfaat Puja Ksitigarbha Bodhisattva
Saya ingin membagikan sebuah penggalan dari Sutra Ksitigarbha Bodhisattva yang menurut saya cukup penting untuk dipahami dengan benar.
Di kalangan umat Buddhis, masih cukup sering dijumpai pandangan bahwa Bodhisattva Ksitigarbha hanya berkaitan dengan orang yang telah meninggal dunia atau alam penderitaan. Bahkan ada yang beranggapan bahwa melakukan puja kepada Bodhisattva Ksitigarbha, atau memiliki altar Beliau di rumah, dapat mendatangkan kesialan maupun bencana. Pandangan-pandangan seperti ini sebenarnya tidak memiliki dasar dalam ajaran sutra.
Jika kita membaca Sutra Ksitigarbha secara langsung, justru kita menemukan bahwa Sang Buddha menjelaskan banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang menghormati, memuja, membaca, melafalkan, dan mengingat Bodhisattva Ksitigarbha. Sebagian besar manfaat tersebut bahkan berkaitan langsung dengan kehidupan saat ini, seperti perlindungan, bertambahnya kebajikan, keharmonisan keluarga, kesehatan, keselamatan, kebijaksanaan, serta kemajuan di jalan menuju Pencerahan.
Berikut adalah terjemahan bagian sutra yang menjelaskan dua puluh delapan manfaat yang akan diperoleh oleh mereka yang menghormati dan melakukan puja kepada Bodhisattva Ksitigarbha.
Terjemahan Penggalan Sutra
Sang Buddha bersabda kepada Bodhisattva Ākāśagarbha:
"Dengarkanlah dengan seksama, dengarkanlah dengan seksama. Aku akan menjelaskan satu per satu manfaat tersebut kepadamu.
Di masa mendatang, apabila ada putra atau putri berbudi yang melihat rupang Bodhisattva Ksitigarbha, mendengar Sutra ini, membacanya, melafalkannya, serta mempersembahkan dupa, bunga, makanan, minuman, pakaian, maupun berbagai benda berharga sebagai penghormatan dan persembahan kepada Beliau; juga memuji kebajikan-Nya, memandang-Nya dengan penuh hormat, dan bersujud kepada-Nya, maka mereka akan memperoleh dua puluh delapan manfaat berikut:
- Akan senantiasa dilindungi oleh para dewa dan naga.
- Akar-akar kebajikan mereka akan bertumbuh dari hari ke hari.
- Akan menghimpun sebab dan kondisi luhur menuju kesucian.
- Tidak akan mundur dari Jalan Bodhi menuju Pencerahan.
- Tidak akan kekurangan sandang dan pangan.
- Terhindar dari wabah penyakit yang menimpa banyak orang.
- Terbebas dari malapetaka yang disebabkan oleh api maupun air.
- Terlindung dari ancaman pencuri dan perampok.
- Dihormati dan dihargai oleh siapa pun yang menjumpai mereka.
- Mendapat bantuan serta perlindungan dari makhluk-makhluk gaib yang bajik.
- Bagi perempuan yang menghendakinya, dapat terlahir sebagai laki-laki pada kehidupan mendatang.
- Bagi perempuan yang menghendakinya, dapat terlahir dalam keluarga pemimpin, pejabat, atau orang terpandang.
- Memiliki rupa dan penampilan yang baik serta berwibawa.
- Sering terlahir di alam-alam surga.
- Berkesempatan menjadi pemimpin atau penguasa yang membawa manfaat bagi banyak makhluk.
- Memiliki kebijaksanaan untuk mengetahui kehidupan-kehidupan lampau.
- Segala cita-cita yang selaras dengan kebajikan dapat tercapai.
- Keluarga dan kerabat hidup dalam keharmonisan serta kebahagiaan.
- Terhindar dari berbagai bencana dan kemalangan.
- Terbebas selamanya dari kelahiran di alam-alam penderitaan.
- Dalam setiap perjalanan dan usaha, tujuan dapat tercapai dengan selamat.
- Memperoleh mimpi yang damai, tenteram, dan membawa kebahagiaan.
- Sanak keluarga yang telah meninggal dapat terbebas dari penderitaan.
- Menikmati buah kebajikan yang telah ditanam pada kehidupan-kehidupan lampau.
- Dipuji dan dihormati oleh para bijaksana serta makhluk suci.
- Memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, dan kemampuan memahami Dharma dengan baik.
- Memiliki hati yang lapang, penuh welas asih, dan mampu memahami penderitaan makhluk lain.
- Pada akhirnya akan mencapai Kebuddhaan yang sempurna."
Catatan istilah
- Earth Store Bodhisattva → Bodhisattva Ksitigarbha (lebih umum daripada "Bodhisattva Gudang Bumi")
- Bodhi → Jalan Bodhi menuju Pencerahan (agar maknanya lebih mudah dipahami pembaca umum)
- Good roots → akar-akar kebajikan
- Sagehood → kesucian atau pencapaian para suci
- Bad karmic paths → alam-alam penderitaan (lebih natural daripada "jalur karma buruk")
- Ghosts and spirits → makhluk-makhluk gaib yang bajik (agar tidak menimbulkan kesan semua roh adalah negatif)
- Ultimately realize Buddhahood → mencapai Kebuddhaan yang sempurna
Reference
Saturday, June 6, 2026
12 Great Vows of Medicine Buddha
Untuk ikrar agungnya yang keempat, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga semua makhluk yang menempuh jalan yang keliru diarahkan ke jalan menuju Pencerahan. Semoga mereka yang telah memasuki Jalan Para Śrāvaka maupun Jalan Para Pratyekabuddha dituntun menuju Kendaraan Agung (Mahāyāna)."
Untuk ikrar agungnya yang kelima, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga semua makhluk yang dekat denganku menjalankan perilaku suci. Demikian pula, semoga makhluk-makhluk lain yang jumlahnya tanpa batas mendengar namaku, dan melalui kekuatanku mereka berpegang teguh pada tiga ikrar serta memiliki disiplin moral yang murni dan tak tercemar. Semoga tidak seorang pun menjalankan disiplin yang keliru hingga terjatuh ke alam-alam rendah."
Untuk ikrar agungnya yang keenam, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga makhluk-makhluk yang bertubuh lemah, memiliki indra yang terganggu, berparas buruk; yang bisu, pincang, bungkuk, atau berpenyakit kulit; yang bermata satu, buta, tuli, sakit jiwa; maupun yang tubuhnya dilanda berbagai penyakit lainnya, mendengar namaku. Ketika mereka mendengarnya, semoga seluruh indra mereka menjadi sempurna dan tubuh mereka kembali utuh."
Untuk ikrar agungnya yang ketujuh, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga makhluk-makhluk yang tubuhnya terserang berbagai penyakit, yang rapuh, tanpa perlindungan, kekurangan kebutuhan hidup dan obat-obatan, tidak memiliki siapa pun yang merawat mereka, hidup dalam kemiskinan dan penderitaan, mendengar namaku. Semoga semua penyakit mereka lenyap. Semoga mereka memperoleh kesehatan dan hidup bebas dari bahaya sampai akhirnya mencapai Pencerahan."
Untuk ikrar agungnya yang kedelapan, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga para perempuan yang menderita akibat berbagai keterbatasan dan kesulitan karena terlahir sebagai perempuan, yang tidak menginginkan keadaan tersebut dan ingin terbebas darinya, dapat meninggalkan kelahiran sebagai perempuan dan terlahir sebagai laki-laki sampai mereka mencapai Pencerahan."
Untuk ikrar agungnya yang kesembilan, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga aku membebaskan semua makhluk dari belenggu Māra. Semoga mereka yang tersesat karena pandangan-pandangan yang menyimpang, bertentangan, dan kacau ditegakkan dalam Pandangan Benar. Kemudian, secara bertahap, semoga aku mengajarkan kepada mereka laku seorang Bodhisatwa."
Untuk ikrar agungnya yang kesepuluh, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga kekuatan jasa kebajikanku membebaskan dari segala bentuk bahaya makhluk-makhluk yang ketakutan karena ancaman penguasa, yang dibelenggu, dipukuli, disiksa, dijatuhi hukuman mati, dianiaya dengan berbagai tipu daya, dipermalukan, serta menderita secara jasmani, ucapan, maupun batin."
Untuk ikrar agungnya yang kesebelas, beliau bersabda:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga aku menyediakan makanan yang segar, harum, dan lezat bagi makhluk-makhluk yang terbakar oleh lapar dan dahaga, yang bersusah payah mencari makanan hingga melakukan perbuatan tidak bajik. Setelah tubuh mereka terpuaskan, semoga aku membahagiakan mereka lebih jauh lagi dengan cita rasa Dharma."
Ikrar agung kedua belas dari Yang Tathāgata adalah sebagai berikut:
"Di masa mendatang, ketika aku telah mencapai Kebuddhaan sempurna dan mewujudkan Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara, semoga aku menyediakan pakaian yang sesuai kebutuhan dan berwarna indah bagi makhluk-makhluk yang telanjang, tidak memiliki pakaian, miskin, menderita, dan sengsara siang maupun malam karena dingin, panas, lalat, dan serangga yang menggigit. Semoga aku memenuhi segala harapan makhluk-makhluk dengan berbagai jenis permata, perhiasan, untaian bunga, wewangian, minyak harum, musik, alat-alat musik, dan genderang yang mereka inginkan."
- Perfect Buddha → Buddha Sempurna / Kebuddhaan sempurna
- Unsurpassed and perfect awakening → Pencerahan Tertinggi yang sempurna tiada tara (padanan anuttarā samyaksaṃbodhi)
- Great Vehicle → Kendaraan Agung (Mahāyāna)
- Hearers → Śrāvaka
- Solitary Buddhas → Pratyekabuddha
- Skillful means → sarana-upaya (upāya-kauśalya)
- Correct view → Pandangan Benar
- Dharma dipertahankan sebagai istilah Buddhis baku
- Thus-gone one → Tathāgata
- Māra dipertahankan sebagai nama diri dalam kosmologi Buddhis.
Saturday, June 26, 2010
Fukanzazengi
Roda Dharma berputar secara bebas/cuma-Cuma. Mengapa kita harus berupaya keras?
Tiada sedikitpun debu di seluruh alam semesta. Bagaimanakah kita bahkan mencoba untuk membersihkannya?
Segala sesuatu telah bermanifestasi tepat di sini. Ke manakah seharusnya kita mengarahkan langkah kita dalam berpraktik?
Sekarang, bila anda membuat sedikit saja diskriminasi/pembedaan (pikiran yang membedakan), anda akan menciptakan jurang penghalang selebar langit dan bumi.
Bila anda mengikuti yang satu dan menolak yang lain, pikiranmu akan kacau dan tersesat.
Anggap saja anda begitu percaya diri terhadap pemahaman anda dan kaya akan pencerahan, memperoleh kebijaksanaan yang dapat mengetahui dalam sekejap, mencapai Jalan/Tao/Dharma dan telah memahami pikiran, membangkitkan aspirasi yang mencapai surga. Sekarang, kepalamu terhambat di pintu masuk, sementara tubuhmu tak menemukan jalan keluar.
Walaupun Sakyamuni terlahir sebagai seseorang yang bijaksana, tidak dapatkah kau melihat jejaknya duduk tegak selama 6 tahun? Bodhidharma yang mentransmisikan mind-seal/ajaran-pikiran dari India. Tidak dapatkah kau mendengar kabar mengenai Bodhidharma yang duduk selama 9 tahun menghadap tembok? Bila para sesepuh di masa lalu saja seperti ini, bagaimana mungkin kita dapat tidak berpraktik dengan sepenuh hati? Oleh karena itu, singkirkan semua praktik intelektual dalam merenungkan kata-kata dan memburu kalimat. Dan ambillah langkah mundur dengan memutar cahaya, yang menerangi ke dalam diri. Tubuh dan pikiranmu (kemelekatan thd tubuh dan pikiran) akan terlepas dengan sendirinya, dan wajah asli mu akan muncul. Jika anda ingin bersentuhan dengan dharma sebagimana-adanya, anda – di sini dan sekarang—harus mulai menjadi diri anda sebagaimana adanya.
Dalam mempraktikkan Zen, ruangan yang sunyi sangatlah sesuai. Makan dan minumlah sewajarnya. Letakkan semua gangguan/pikiran yang mengganggu. Jangan berpikir tentang “baik” atau “buruk”. Jangan menilai benar atau salah. Pikiran, intelektual, dan kesadaranmu telah berkeliaran – biarkan mereka beristirahat. Lepaskan semua penilaian baik dengan pikiran, ide, maupun pandangan-pandangan. Jangan berpikir untuk menjadi Buddha. Bagaimana hal ini bisa dibatasi hanya dalam duduk ataupun berdiri?
Ketika anda duduk, tebarkan sebuah alas duduk, dan letakkan sebuah bantal duduk di atasnya. Duduklah dalam postur teratai atau setengah teratai. Dalam postur teratai, pertama, letakkan kaki kanan di atas paha kiri, lalu letakkan kaki kiri di atas paha kanan. Dalam postur setengah teratai, hanya letakkan saja kaki kiri anda di atas paha kanan. Longgarkan ikatan baju anda, dan aturlah secara rapi. Kemudian letakkan tangan kanan di atas kaki kiri, dan letakkan tangan kiri anda di atas telapak tangan kanan, dengan kedua jempol saling menyentuh dengan lembut.
Luruskan tubuh anda dan duduklah dengan tegak, tanpa condong ke kanan maupun kiri, tanpa condong ke depan maupun belakang. Sejajarkan telinga anda terhadap bahu anda, dan hidung anda terhadap pusar anda. Letakkan ujung lidah anda di langit-langit mulut bagian depan (di belakang gigi depan atas), dengan gigi dan bibir keduanya terkatup/menutup. Selalu buka mata anda, dan bernafaslah secara lembut melalui hidung. Sekali ketika anda telah mengatur postur anda, tarik nafas panjang dan hembuskan secara penuh. Ayunkan tubuh anda ke kiri-kanan hingga menemukkan titik keseimbangan, kemudian diamkan tubuh anda, duduk tidak bergerak. Berpikirlah mengenai tidak berpikir. Tidak berpikir: pikiran seperti apakah itu? Letting thoughts go/biarkan pikiran berlalu dengan sendirinya (non-thinking). Ini adalah esensi seni dari Zazen (meditasi Zen).
Zazen bukanlah sebuah teknik meditasi. Ini adalah gerbang ketentraman dan kebahagiaan, ini adalah mempraktikkan realisasi dari jalan Dharma yang tak terbatas. Di sini, misteri terbuka, dan tiada lagi jebakan atau perangkap yang dapat menjeratmu.
Jika anda dapat menangkap intinya, anda akan seperti naga yang memperoleh air, atau seperti harimau yang berlari di gunung. Anda harus mengetahui bahwa Dhama sejati muncul dengan sendirinya, sehingga sejak awal kebodohan dan kekacauan telah disingkirkan.
Ketika anda bangun dari duduk, bergeraklah perlahan dan sunyi, secara tenang dan relaks. Jangan melakukannya secara tergesa-gesa. Pahamilah bahwa, mereka yang melampaui keduniawian dan kesucian, dan meninggal baik dalam duduk ataupun berdiri, semuanya telah mencurakan diri mereka pada kekuatan ini.
Sebagai tambahan, memutar roda Dharma dengan sebuah jari, bendera, jarum, atau dengan palu, dan merealisasikan Dharma dengan kibasan, pukulan, tongkat, atau teriakan – hal ini tidak dapat dimengerti oleh pikiran diskriminasi/pikiran dualistik. Tidak pula dapat dipahami melalui praktik kekuatan supernatural. Praktikmu harus melampaui melihat bentuk dan mendengar suara, melampaui pengetahuan dan pendapat. Jangan mempermasalahkan apakah anda lebih pintar dari yang lain atau tidak. Jangan membedakan antara bodoh dan pandai. Bila anda mencurahkan seluruh usaha anda secara sepenuh hati, maka dengan sendirinya akan barada dalam Jalan/Dharma. Praktik-realisasi pada hakikatnya tidaklah tercemar. Mempraktikan Jalan/Dharma berarti hidup pada saat ini.
Di dunia kita dan dunia lain, di India dan di China, semua secara setara memegang buddha-seal/segel –kebuddhaan. Angin kebenaran berhembus tanpa halangan, oleh karena itu curahkan dirimu pada Zazen, dan berdiamlah dalam stabilitas yang tak tergoyahkan. Walaupun mereka mengatakan bahwa, terdapat 10.000 perbedaan, dan 10.000 variasi, praktikkan sajalah dengan sepenuh hati Jalan dalam Zazen. Mengapa meninggalkan tempat duduk di rumahmu sendiri dan mengembara dengan sia-sia melewati tanah berdebu di negeri lain? Jika anda membuat satu langkah keliru, anda akan melewatkan apa yang tepat berada di depan anda. Anda telah mendapatkan kesempatan berharga dengan memiliki wujud manusia. Jangan melewati hari-hari anda dengan sia-sia.
Anda telah bertemu dengan jalan kebuddhaan di kehidupan ini – bagaimana mungkin anda membuang waktu anda mengejar kilau cahaya dari percikan batu api? Segala bentuk wujud bagaikan embun di rumput, keberuntungan hidup hanyalah seperti kilatan cahaya – yang lenyap dalam sekejap mata. Saya mohon kepada semua pengikut Zen, telah lama terbiasa dengan gajah, jangan ragukan naga yang sebenarnya. Devosikan tenagamu dalam jalan yang menunjuk langsung kepada hakikat sebenarnya. Hormatilah ia yang telah melampaui pembelajaran dan bebas dari upaya.
Sebarkan kebijaksanaan yang telah diwariskan dari Buddha ke Buddha, dan transmisikan Samadhi yang telah diwariskan dari patriak ke patriak. Lanjutkan hidup dengan cara seperti ini, dan anda akan menjadi seperti mereka. Gudang harta karun akan terbuka dengan sendirinya, anda bebas untuk menggunakannya.
Terjemahan Bahasa Indonesia by : Hanlin
Monday, February 22, 2010
Hsin Hsin Ming
hanya perlu berhenti mengambil dan memilih.
Jika (persepsi akan) semua hal yang disukai dan dibenci dihancurkan,
segalanya menjadi murni seperti "ruang (kosong)".
Buatlah sedikit perbedaan (dalam persepsi),
maka langit dan bumi terpisah.
Jika kamu ingin mengetahui "kebenaran",
jangan berpikir untuk menerima atau menolak.
Suka dan tidak suka,
adalah penyakit pikiran.
Tanpa mengetahui makna terdalam,
kamu tidak dapat menenangkan pikiran.
Tao itu murni bagaikan ruang,
tidak lenyap, tidak bertambah.
Jika kamu melekat pada sesuatu,
kamu tidak dapat melihat mereka secara apa adanya.
Diluar, jangan menjadi terikat dengan benda duniawi,
Di dalam, jangan tersesat di dalam kekosongan.
Masuklah dalam hening dan jadilah "Satu",
dan semua dualitas lenyap.
Jika kamu menghentikan semua aktifitas dan menjadi hening,
usaha (untuk menghentikan semua aktifitas itu) juga merupakan aktifitas.
Jika kamu berpegang pada dualitas,
bagaimana kamu dapat mengetahui "Yang Satu"?
Jika kamu tidak mengerti "Yang Satu",
Ini dan itu (segala sesuatu) tidak akan bekerja.
Tolaklah, maka dunia akan menyatakan dirinya.
Kejarlah, maka kekosongan semakin menjauh.
Semakin kamu berpikir dan bicara,
semakin jauh kamu dari Tao.
Hancurkan semua pikiran,
dan pergilah dengan leluasa kemanapun.
Kembalilah ke "dasar" dan mengertilah.
Kejarlah "rupa" dan hilangkan sumbernya.
Sesaat saja tercerahkan,
kekosongan dihadapan akan diterangi.
Kekosongan yang berubah menjadi "sesuatu",
hanyalah delusi kita semata.
Jangan keluar untuk mencari kebenaran,
tapi singkirkan semua opini kita.
Jangan hidup di dalam dualitas.
Berhati-hatilah! Jangan menuju jalan itu.
Jika kamu berpikir "ini baik" dan "ini tidak",
pikiranmu akan tersesat ke dalam kebingungan.
"Yang dua" datang dari "Yang Satu",
tapi jangan sampai kita juga melekat pada "Yang Satu".
Saat pikiran kita tidak terganggu (terpecah),
ke-10.000 benda* jadi tidak bernoda.
Tidak ada kesalahan, tidak ada 10.000 benda.
Tidak ada gangguan, tidak ada pikiran.
Tidak ada dunia, tidak ada yang melihat dunia.
Tidak ada yang melihat dunia, tidak ada dunia.
Ini menjadi itu karena sesuatu yang lain.
Seusatu itu juga jadi ini-itu karena "ini" yang lain.
Jika kamu ingin memahami keduanya,
lihatlah keduanya sebagai satu kekosongan.
Dalam kekosongan keduanya adalah sama,
dan masing2 memegang 10.000 benda.
Jika kamu tidak melihat mereka sebagai dua hal yang berbeda lagi,
bagaimana kamu bisa lebih menyukai yang satu dibanding yang lain?
Tao itu tenang dan luas,
Tidak mudah, tidak sulit.
Tapi pikiran2 kecil mudah tersesat.
Terburu-buru dan terjatuh di belakang.
Melekat dan mereka pergi terlalu jauh,
dan sudah pasti akan mengambil jalan yang salah.
Biarkan segala sesuatu! Pada akhirnya,
tidak ada yang pergi, tidak ada yang menetap.
Ikutilah alam dan menyatulah dengan Tao,
Jadilah bebas, easy-going, dan tidak mudah terusik.
Terikat oleh pikiran, kebenaran menghilang,
Menjadi berat, tumpul (bodoh), dan tidak sehat.
Tidak sehat, pikiran terbebani.
Jadi mengapa menerima atau menolak sesuatu?
Jika kamu ingin menyatu dengan Tao
jangan memandang hina indra2 kita.
Ketika kita tidak memandang hina ke-6 indra,
itu sudah merupakan pencerahan.
Sang Bijak tidak bertindak,
Si bodoh mengikat dirinya sendiri.
Dalam Dharma sejati tidak ada "ini" atau "itu",
jadi mengapa mengejar keinginan secara membuta?
Gunakan pikiran untuk mengacaukan pikiran,
adalah merupakan kesalahan dasar.
Damai atau tidak merupakan manifestasi pikiran,
Pencerahan tidak mengenal "suka" atau "tidak suka"
Semua dualitas muncul,
dari pandangan salah.
Ilusi, bunga di udara--
Mengapa mencoba menangkapnya?
Menang, kalah, benar, salah--
Singkirkan semuanya!
Jika kita tidak pernah tidur,
mimpi2 lenyap dengan sendirinya.
Jika pikiran tidak pernah membuat perbedaan,
10.000 benda pada hakikatnya adalah satu.
Pahami esensi kegelapan ini,
dan bebaslah dari kekacauan.
Lihatlah 10.000 benda sebagai satu,
dan kembalilah ke dalam hakikat sejatimu.
Semua makhluk tercerahkan dimanapun,
semuanya memasuki "sumber" ini.
"Sumber" ini melampaui ruang dan waktu.
Sesaat saja bagaikan 10.000 tahun.
Bahkan jika kamu tidak dapat memandangnya,
sluruh alam semesta berada di depan matamu.
Mikrokosmos adalah makrokosmos:
tidak terbatas, tidak berbeda.
Mikrokosmos adalah makrokosmos:
pengukuran tidak berlaku disini.
"Yang demikian" adalah sama dengan "yang tidak demikian".
"Yang tidak demikian" adalah sama dengan "yang demikian".
Jika tidak seperti ini,
jangan repot2 ingin tinggal.
Satu adalah semua,
semua adalah satu.
Ketika kamu melihat segalanya seperti ini,
kamu jadi tidak khawatir akan ketidaksempurnaanmu.
Kepercayaan dan pikiran bukanlah "dua",
Bukan dua adalah percaya pada pikiran.
Tao melampaui kata2 dan pembicaraan,
ia tidak memiliki masa lalu maupun masa depan.
Apakah sajak ini mengagumkan??
10.000 Dharma kembali ke satu.
Kemanakah yang "Satu" kembali?
Apakah kamu memikirkan jawabannya???
Semakin kamu berpikir,
semakin jauh kamu dari jawabannya.
Sunday, January 24, 2010
Kenali Sahabat Sejatimu!
Ketika kita sudah tidak menyukai seseorang, maka 1000 kebaikannya tertutup oleh 1 kesalahan.
********************
Seseorang bukanlah teman bila ia :
- Berprilaku tanpa malu
- Menghina temannya
- Berkata “aku adalah temanmu” tapi tidak melakukan apapun untuk membantu
Ia bukanlah teman sejati bila selalu senang jika ada pertengkaran, dan hanya mencari-cari kesalahan. Yang benar2 teman sejati adalah seseorang yang tidak tidak dapat dipisahkan darimu oleh orang lain, bagaikan seorang anak yang berada di pelukan ayahnya.
********************
Seorang sahabat patut diikuti jika ia memiliki 7 hal, yaitu jika ia :
- Memberikan apa yang sulit diberikan
- Melakukan apa yang sulit dilakukan
- Dengan sabar menanggung apa yang sulit ditanggung
- Memberitahukan rahasianya sendiri
- Menjaga rahasia orang lain
- Tidak meninggalkan orang lain di dalam kemalangan
- Tidak menghina seseorang karena kemalangannya
********************
4 macam manusia yang harus dipandang sebagai sahabat sejati :
- Sahabat yang suka menolong
- Sahabat di waktu senang dan di waktu susah
- Sahabat yang suka memberi nasihat baik
- Sahabat yang selalu memperhatikan keadaanmu
- Ia menjaga dirimu sewaktu engkau sedang tidak siaga
- Ia menjaga milikmu sewaktu engkau sedang lengah
- Ia akan melindungimu sewaktu engkau sedang ketakutan
- Jika engkau mau mengerjakan sesuatu, ia akan membantumu dengan bekal dua kali lipat dari apa yang engkau butuhkan
- Ia menceritakan rahasianya padamu
- Ia merahasiakan rahasiamu
- Ia tidak akan meninggalkanmu di waktu kesusahan
- Ia bersedia mengorbankan nyawanya untuk membelamu
- Ia akan mencegah engkau berbuat salah
- Ia menganjurkan engkau berbuat baik
- Ia memberitahumu apa yang belum engkau dengar
- Ia menunjukkan engkau jalan ke Surga
- Ia tidak bergembira atas kemalangan yang menimpa dirimu
- Ia turut bergembira atas keberhasilanmu
- Ia mencegah orang lain berbicara jelek tentangmu
- Ia menyetujui setiap orang yang memuji dirimu
4 macam manusia yang harus dianggap sebagai musuh yang berputa-pura menjadi sahabatmu :
- Sangat serakah
- Memberi sedikit, meminta banyak
- Melakukan kewajiban karena takut
- Hanya ingat kepentingannya sendiri
- Ia mengeluarkan pernyataan bersahabat tentang hal2 yang sudah lewat
- Ia mengeluarkan pernyataan bersahabat tentang hal2 yangakan datang
- Ia berusaha mendapat perhatianmu lewat kata2 kosong
- Jika saatnya tiba engkau butuh bantuannya, ia menyatakan tidak sanggup
- Ia membiarkan engkau berbuat salah
- Ia tidak menganjurkan engkau berbuat baik
- Ia memuji-muji di depanmu
- Ia menjelek-jelekkan di belakangmu
- Ia menjadi sahabatmu jika engkau mau bermabuk-mabukkan bersamanya
- Ia menjadi sahabatmu jika engkau mau keliaran di waktu yang tidak pantas bersamanya
- Ia menjadi sahabatmu jika engkau sering mengunjungi tempat hiburan yang tak layak
- Ia menjadi sahabatmu jika engkau suka berjudi
Ada 4 cara untuk mengetahui watak seseorang :
- Moralitasnya dapat diketahui dengan memperhatikan dari dekat setelah tinggal bersamanya untuk waktu yang lama
- Integritasnya dapat diketahui dengan berurusan dengannya dan memberikan perhatian dari dekat untuk waktu yang lama
- Keteguhannya dapat diketahui dengan mengamatinya dengan penuh perhatian pada saat ia mengalami kemalangan
- Kebijaksanaannya dapat diketahui dengan berbincang dengannya tentang berbagai masalah untuk waktu yang lama.
Demikian cuplikan dari beberapa naskah kuno yang banyak berbicara tentang sahabat, dan terbukti masih sangat relevan bahkan untuk beberapa dekade kedepan. Semoga semua orang bisa memetik manfaat dari cuplikan ini...
Thursday, December 10, 2009
Tilopa's Song of Mahamudra
Hormat pada Mahamudra!
Hormat pada Vajra Dakini!
Mahamudra tidak dapat diajarkan. Tetapi wahai Naropa yang pandai,
karena kamu telah melalui berbagai cobaan yang berat,
dengan ketabahan dalam setiap penderitaan dan pengabdianmu pada sang guru,
wahai yang terberkahi, terimalah instruksi rahasia ini di dalam hatimu.
Adakah ruang disokong sesuatu? Pada apakah ia bersandar?
Seperti ruang, Mahamudra tidak bersandar pada apapun;
Relax dan berdiamlah pada wilayah kemurnian yang tidak bernoda,
dan ketika ikatanmu mengendur, kebebasan menjadi pasti.
Pandanglah langit yang kosong, penglihatanpun menghilang;
Sama halnya ketika pikiran megarah kepada pikiran itu sendiri,
kumpulan pikiran liar dan konsep pikiranpun menghilang
dan pencerahan sempurna diperoleh.
Seperti kabut pagi yang menghilang di udara,
tidak pergi kemanapun tetapi hanya berhenti untuk eksis,
arus konsep, semua ciptaan pikiran, lenyap,
ketika kamu menyadari sifat sejati pikiranmu.
Ruang kosong tidak memiliki warna ataupun bentuk
dan ia tidak dapat dinodai oleh hitam ataupun putih.
Sama halnya dengan esensi pikiran yang melampaui warna dan bentuk
dan tidak dapat dinodai dengan perbuatan baik atau buruk.
Kegelapan ribuan tahun tidak berdaya
meredupkan kemurnian inti matahari;
Dan sama juga, ribuan samsara tidak berdaya
untuk menutupi cahaya murni esensi pikiran.
Walaupun ruang dikatakan "kosong",
pada kenyataannya ia tidak dapat diungkapkan;
Walaupun sifat alami pikiran dikatakan "cahaya murni",
setiap penjelasan tentangnya merupakan kata2 tidak berguna.
Sifat sejati pikiran bagaikan ruang;
ia meliputi dan merangkul segala sesuatu di bawah matahari.
Diamlah dan tetap rileks dalam kenyamanan,
tenanglah dan biarkan suara bergetar kembali sebagai gema,
jagalah ketenangan pikiranmu dan saksikan akhir dari semua dunia.
Tubuh ada dasarnya kosong seperti buluh bambu,
dan pikiran, seperti ruang kosong, ia melampaui bentuk2 pikiran;
Rilekslah ke dalam sifat alamimu tanpa melepas ataupun mengendalikan -
Pikiran tanpa tujuan adalah Mahamudra -
Dan dengan latihan tersempurnakan, pencerahan sempurna diperoleh.
Cahaya murni Mahamudra tidak dapat diungkapkan
oleh kitab suci ataupun pembahasan metafisik Mantravada,
Paramita, ataupun Tripitaka;
cahaya murni itu terhalang oleh konsep dan idealisme.
Dengan menerapkan aturan kaku, samaya sejati dirusakkan,
tapi dengan hilangnya aktivitas mental, semua gagasan kaku tersisihkan;
Saat gelombang laut menyatu dengan kedalaman yang damai,
saat pikiran tidak pernah teralihkan dari kebenaran non-konseptual yang tak terlukiskan,
Samaya yang tak goyah menjadi pelita yang menerangi kegelapan spiritual.
Terbebas dari kesombongan intelektual, menyangkal prinsip dogmatik,
kebenaran setiap sekte dan kitab terungkap.
Terserap dalam Mahamudra, kamu terbebas dari penjara samsara;
berdiam dalam Mahamudra, dosa dan negatifitas lenyap;
dan sebagai master dari Mahamudra, kamu menjadi terang bagi doktrin.
Orang bodoh dalam ketidakpeduliannya, meremehkan Mahamudra,
tidak tahu apa-apa selain berjuang dalam aliran samsara.
Kasihanilah mereka yang menderita dalam kegelisahan konstan!
Muak dengan penderitaan tanpa henti dan menginginkan pembebasan, ikutilah Sang Guru,
karena ketika berkatnya menyentuh hatimu, pikiran terbebaskan.
KYE HO! Dengarkan dengan gembira!
Investasi dalam samsara sangatlah rapuh; ia merupakan penyebab segala kegelisahan;
Karena kertelibatan duniawi tidak berarti, carilah inti dari relaitas!
Melampaui dualitas pikiran adalah penglihatan tertinggi;
Pikiran yang diam dan tenang adalah meditasi tertinggi;
Spontanitas adalah aktivitas tertinggi;
Dan ketika seluruh harapan dan ketakutan padam, tujuanpun dicapai.
Diatas semua gambaran mental, pikiran pada hakikatnya bersih;
Jangan ikuti jalan manapun untuk dapat mengikuti jalan para Buddha;
Jangan gunakan teknik apapun untuk memperoleh pencerahan sempurna.
KYE MA! Dengarkan dengan simpati!
Dengan pandangan mendalam terhadap kondisi dunia yang menyedihkan,
menyadari bahwa tak ada yang abadi, dan semua ini bagaikan ilusi dalam mimpi,
ilusi tak berarti yang memicu frustasi dan kebosanan,
berbaliklah dan tinggalkan pencarian yang tak berguna.
Putuskan kerterlibatanmu dengan keluarga dan teman2mu
dan bermeditasilah sendirian di hutan atau gunung;
berdiamlah dalam keadaan "non-meditasi"
dan capailah "tanpa-pencapaian", kamu memperoleh Mahamudra.
Sebuah pohon menyebarkan cabang dan dedaunan,
tapi ketika akarnya dipotong, daunnya mengering;
Sama seperti bila akar pikiran dipotong,
cabang-cabang dari pohon samsara mati.
Sebuah lampu melenyapkan kegelapan ribuan tahun;
Seperti secercah cahaya dari cahaya murni pikiran
menlenyapkan kondisi karma dan kebutaan spiritual (yang terakumulasi) ribuan tahun.
KYE HO! Dengarkan dengan gembira!
Kebenaran yang melampaui pikiran tidak dapat dicapai dengan kemampuan pikiran yang bagaimanapun;
Makna dari "tanpa-berbuat" tidak dapat dimegerti lewat aktivitas yang terus-menerus;
Untuk memahami makna "tanpa-berbuat" dan "melampaui pikiran",
potonglah akar dari pikiran dan beristirahatlah dalam kesadaran apa adanya.
Biarkan lumpur dari aktivitas mental mengendap;
hindari penilaian positif ataupun negatif -
biarkan suatu keberadaan sebagaimana adanya;
Fenomena dunia tanpa penambahan atau pengurangan adalah Mahamudra.
Inti dari Yang-Tak-Lahir, Yang-Hadir-Dimana-mana, melenyapkan hasrat dan delusi:
Janganlah sombong dan membuat perhitungan, tapi istirahatlah di dalam esensi Yang-Tak-Lahir
dan biarkan semua konsepsi tentang dirimu dan alam semesta mencair.
Penglihatan tertinggi membuka semua gerbang;
Meditasi tertinggi (mampu) mengukur kedalamn tak terbatas;
Aktifitas tertinggi tidak direncanakan namun tepat;
Dan tujuan tertinggi adalah menjadi makhluk biasa tanpa harapan dan ketakutan.
Pada awalnya karmamu seperti sungai yang jatuh ke ngarai (air terjun);
Pada tahap menengah, ia mengalir dengan lembut seperti aliran sungai Gangga;
Dan akhirnya, bagaikan sungai yang menyatu dengan lautan,
berakhir dalam penyatuan seperti bertemunya seorang ibu dengan anaknya.
Jika pikrianmu tumpul dan tidak dapat mempraktikkan instruksi ini,
tahanlah nafas esensial dan keluarkan kebodohan dari kesadaran (mengacu pada tsa lung?),
latihlah pemusatan penglihatan (pada objek) sebagai metode memfokuskan pikiran,
disiplinkan dirimu sampai kondisi kesadaran total menjadi stabil.
Saat menjalankan karmamudra, kesadaran murni
akan kenikmatan dan kekosongan muncul:
tercipta dari penyatuan wawasan dan pengertian yang terberkahi.
Turunkan secara perlahan, tahan dan tariklah bodhicitta,
arahkan ia kembali ke asalnya, dan ia akan menerangi seluruh tubuh.
Tapi jika hanya nafsu dan kemelekatan lenyap, baru kesadaran murni itu akan muncul.
Kemudian, dapatkan usia panjang dan keremajaan abadi, bercahaya seperti bulan,
terang dan jernih, dengan kekuatan bagai singa,
kamu akan segera memeroleh kekuasaan duniawi dan pencerahan sempurna.
Semoga instruksi mahamudra ini
boleh menetap di dalam hati makhluk yang beruntung.
Sunday, July 26, 2009
Desiderata
and remember what peace there may be in silence.
As far as possible, without surrender,
be on good terms with all persons.
Speak your truth quietly and clearly;
and listen to others,
even to the dull and the ignorant;
they too have their story.
Avoid loud and aggressive persons;
they are vexatious to the spirit.
If you compare yourself with others,
you may become vain or bitter,
for always there will be greater and lesser persons than yourself.
Enjoy your achievements as well as your plans.
Keep interested in your own career, however humble;
it is a real possession in the changing fortunes of time.
Exercise caution in your business affairs,
for the world is full of trickery.
But let this not blind you to what virtue there is;
many persons strive for high ideals,
and everywhere life is full of heroism.
Be yourself. Especially do not feign affection.
Neither be cynical about love,
for in the face of all aridity and disenchantment,
it is as perennial as the grass.
Take kindly the counsel of the years,
gracefully surrendering the things of youth.
Nurture strength of spirit to shield you in sudden misfortune.
But do not distress yourself with dark imaginings.
Many fears are born of fatigue and loneliness.
Beyond a wholesome discipline,
be gentle with yourself.
You are a child of the universe
no less than the trees and the stars;
you have a right to be here.
And whether or not it is clear to you,
no doubt the universe is unfolding as it should.
Therefore be at peace with God,
whatever you conceive Him to be.
And whatever your labors and aspirations,
in the noisy confusion of life,
keep peace in your soul.
With all its sham, drudgery, and broken dreams,
it is still a beautiful world.
Be cheerful. Strive to be happy.
By : Max Ehrmann