Kehidupan tanpa hati = mayat hidup
Hati tanpa kehidupan = mati
Idealnya adalah punya hati punya kehidupan,
namun jika disuruh memilih antara hati atau kehidupan,
80% orang lebih memilih kehidupan,
sekalipun kehidupan mereka tidak hidup,
karena sedemikian takutnya mereka terhadap hal yang tidak mereka mengerti.
Patutkah mereka dipersalahkan karena memilih kehidupan tanpa hati?
Patutkah mereka dipersalahkan karena memilih hati tanpa kehidupan?
Saturday, May 8, 2010
Thursday, May 6, 2010
Nuansa Realitas
Percakapan dengan "A" waktu mau makan2 di "The Buffet" Citra Land abis rapat evaluasi "6th NEO"
B : Loe udah baca blog gw lum?
A : Udah...
B : Terus gimana? Bagus ga?
A : Bagus kok... loe sudah membawa nuansa baru dalam dunia blogging dengan tulisan loe yang ga biasa...
B : yah... tapi entah kenapa dulu pas awal2 blogging, si E bilang ada sesuatu yang mengganjal di blog gw... ada semacam nuansa "dark" disitu... Kenapa yah? Any idea?
A : I think it;s not something dark... rather it's reality... we can find them in daily life...
B : Loe udah baca blog gw lum?
A : Udah...
B : Terus gimana? Bagus ga?
A : Bagus kok... loe sudah membawa nuansa baru dalam dunia blogging dengan tulisan loe yang ga biasa...
B : yah... tapi entah kenapa dulu pas awal2 blogging, si E bilang ada sesuatu yang mengganjal di blog gw... ada semacam nuansa "dark" disitu... Kenapa yah? Any idea?
A : I think it;s not something dark... rather it's reality... we can find them in daily life...
Kasih dan Perbuatan Baik
Setiap orang bisa berbuat kasih,
tapi tidak semua orang memiliki kasih.
Herannya, orang2 yang mengaku memiliki kasih,
kok malah tidak berbuat apa2?
Kenapa malah sibuk menghakimi orang lain?
Dan tergesa-gesa menuntut imbalan atau balasan?
Kasih itu seperti matahari,
memberi cahaya tanpa harap dibalas,
membawa pembaharuan setiap harinya,
menghangatkan hati yang dingin.
Kasih itu seperti bulan,
menuntun dalam kegelapan dan kekelaman,
bercahaya lembut seperti pelukan ibu,
menyejukkan dan tempat hati yang panas beristirahat.
Kasih itu seperti hawa,
tidak bisa dilihat,
sulit dideskripsikan dengan kata,
tapi keberadaannya terasa.
Jika ada yang bilang sejuk,
padahal jelas2 kita merasa panas,
bagaimana kita mempercayainya?
Lebih baik ikut tidur selama peribadatan,
daripada marah2 pada orang yang tidur selama peribadatan.
Dengan melepas, kita akan dilepas,
dengan mengikat, kita akan diikat.
Kasih itu membebaskan.
tapi tidak semua orang memiliki kasih.
Herannya, orang2 yang mengaku memiliki kasih,
kok malah tidak berbuat apa2?
Kenapa malah sibuk menghakimi orang lain?
Dan tergesa-gesa menuntut imbalan atau balasan?
Kasih itu seperti matahari,
memberi cahaya tanpa harap dibalas,
membawa pembaharuan setiap harinya,
menghangatkan hati yang dingin.
Kasih itu seperti bulan,
menuntun dalam kegelapan dan kekelaman,
bercahaya lembut seperti pelukan ibu,
menyejukkan dan tempat hati yang panas beristirahat.
Kasih itu seperti hawa,
tidak bisa dilihat,
sulit dideskripsikan dengan kata,
tapi keberadaannya terasa.
Jika ada yang bilang sejuk,
padahal jelas2 kita merasa panas,
bagaimana kita mempercayainya?
Lebih baik ikut tidur selama peribadatan,
daripada marah2 pada orang yang tidur selama peribadatan.
Dengan melepas, kita akan dilepas,
dengan mengikat, kita akan diikat.
Kasih itu membebaskan.
Labels:
Lesson of Live
Tuesday, May 4, 2010
2 Perspektif
E : Uh... rasanya pengen kayak dulu lagi, bisa melampiaskan penat ke junior2. Apalagi abis stress gini...
B : ..., Kalo loe nggak suka dijahatin, jangan jahatin orang lain, jangan sakitin orang lain... Biar gw share betapa nggak enaknya pengalaman gw. Tidur ga bisa dibawah jam 11, bangun gak bisa dibawah jam 5, tiap hari selama 1/2 tahun dimarahin... pokoknya nggak enak deh...
E : Wah, seru juga tuh kalo bisa gituin orang lain...
B : Karena gw nggak suka dijahatin, gw nggak mau ngejahatin orang lain...
Di lain waktu, gw ceritakan pengalaman ini ke C
B : Yah, begitulah percakapan gw sama E. Dan yang E belum tahu, waktu gw udah ga kuat, dan muntahin semua yang gw alamin ke nyokap, nyokap gw langsung nangis...
C : Wah, kalo kayak pemikiran si E, ini bisa nggak habis2 donk...
B : Makanya... Jadi lingkaran setan khan? Mending gw putusin ajha lingkaran ini. Dari cerita gw, Harusnya bisa ditarik kesimpulan, ketika loe menyakiti seseorang, loe tidak hanya bertanggung jawab pada orang itu saja. Minimal loe punya 3 lapis tanggung jawab. Sama orang itu pribadi, sama orang tuanya, dan sama Tuhan. Plus, ketika loe melakukan hal tersebut, berarti loe itu banci! kenapa loe ga bales orang yang sakitin loe langsung? Kenapa harus dilempar ke orang lain? Yang ga tahu apa2 pula?
B : ..., Kalo loe nggak suka dijahatin, jangan jahatin orang lain, jangan sakitin orang lain... Biar gw share betapa nggak enaknya pengalaman gw. Tidur ga bisa dibawah jam 11, bangun gak bisa dibawah jam 5, tiap hari selama 1/2 tahun dimarahin... pokoknya nggak enak deh...
E : Wah, seru juga tuh kalo bisa gituin orang lain...
B : Karena gw nggak suka dijahatin, gw nggak mau ngejahatin orang lain...
Di lain waktu, gw ceritakan pengalaman ini ke C
B : Yah, begitulah percakapan gw sama E. Dan yang E belum tahu, waktu gw udah ga kuat, dan muntahin semua yang gw alamin ke nyokap, nyokap gw langsung nangis...
C : Wah, kalo kayak pemikiran si E, ini bisa nggak habis2 donk...
B : Makanya... Jadi lingkaran setan khan? Mending gw putusin ajha lingkaran ini. Dari cerita gw, Harusnya bisa ditarik kesimpulan, ketika loe menyakiti seseorang, loe tidak hanya bertanggung jawab pada orang itu saja. Minimal loe punya 3 lapis tanggung jawab. Sama orang itu pribadi, sama orang tuanya, dan sama Tuhan. Plus, ketika loe melakukan hal tersebut, berarti loe itu banci! kenapa loe ga bales orang yang sakitin loe langsung? Kenapa harus dilempar ke orang lain? Yang ga tahu apa2 pula?
Labels:
Dialogue,
Diary,
Lesson of Live
Kebaikan dan Keburukan
Jika seseorang sudah menyatakan "suka",
pasti ia hanya membicarakan kebaikan2 dari yang ia sukai.
Jika seseorang sudah menyatakan "tidak suka",
pasti ia hanya membicarakan keburukan2 dari yang ia tidak sukai.
Apabila segala sesuatu sempurna, tentramlah dunia ini, namun tidak berseni.
Justru karena ada ketidak-sempurnaan, manusia bisa merasakan naik-turun dan mengalami perkembangan tidak terkira. Semua itu karena ada kebaikan dalam setiap keburukan, dan keburukan dalam setiap kebaikan.
Mengapa kita menutup sebelah mata?
Kadang yang terlihat hanya kebaikan saja,
kadang yang terlihat hanya keburukan saja.
Dengan apakah kita menutup mata?
Dengan keegoisan, sumber segala konflik dan bencana!
Bukalah matamu, berhenti menilai "baik" atau "buruk",
lihatlah sesuatu apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya,
terlepas dari "suka" atau "tidak suka"
pasti ia hanya membicarakan kebaikan2 dari yang ia sukai.
Jika seseorang sudah menyatakan "tidak suka",
pasti ia hanya membicarakan keburukan2 dari yang ia tidak sukai.
Apabila segala sesuatu sempurna, tentramlah dunia ini, namun tidak berseni.
Justru karena ada ketidak-sempurnaan, manusia bisa merasakan naik-turun dan mengalami perkembangan tidak terkira. Semua itu karena ada kebaikan dalam setiap keburukan, dan keburukan dalam setiap kebaikan.
Mengapa kita menutup sebelah mata?
Kadang yang terlihat hanya kebaikan saja,
kadang yang terlihat hanya keburukan saja.
Dengan apakah kita menutup mata?
Dengan keegoisan, sumber segala konflik dan bencana!
Bukalah matamu, berhenti menilai "baik" atau "buruk",
lihatlah sesuatu apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya,
terlepas dari "suka" atau "tidak suka"
Labels:
Lesson of Live
Subscribe to:
Posts (Atom)