Jika kamu kelaparan dan makan dengan cepat,
kamu bisa lupa merasakan makananmu,
sehingga makanan mewah di restoran berbintang,
tidak ada bedanya dengan kari busuk.
Tuesday, May 4, 2010
Kebaikan dan Keburukan
Jika seseorang sudah menyatakan "suka",
pasti ia hanya membicarakan kebaikan2 dari yang ia sukai.
Jika seseorang sudah menyatakan "tidak suka",
pasti ia hanya membicarakan keburukan2 dari yang ia tidak sukai.
Apabila segala sesuatu sempurna, tentramlah dunia ini, namun tidak berseni.
Justru karena ada ketidak-sempurnaan, manusia bisa merasakan naik-turun dan mengalami perkembangan tidak terkira. Semua itu karena ada kebaikan dalam setiap keburukan, dan keburukan dalam setiap kebaikan.
Mengapa kita menutup sebelah mata?
Kadang yang terlihat hanya kebaikan saja,
kadang yang terlihat hanya keburukan saja.
Dengan apakah kita menutup mata?
Dengan keegoisan, sumber segala konflik dan bencana!
Bukalah matamu, berhenti menilai "baik" atau "buruk",
lihatlah sesuatu apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya,
terlepas dari "suka" atau "tidak suka"
pasti ia hanya membicarakan kebaikan2 dari yang ia sukai.
Jika seseorang sudah menyatakan "tidak suka",
pasti ia hanya membicarakan keburukan2 dari yang ia tidak sukai.
Apabila segala sesuatu sempurna, tentramlah dunia ini, namun tidak berseni.
Justru karena ada ketidak-sempurnaan, manusia bisa merasakan naik-turun dan mengalami perkembangan tidak terkira. Semua itu karena ada kebaikan dalam setiap keburukan, dan keburukan dalam setiap kebaikan.
Mengapa kita menutup sebelah mata?
Kadang yang terlihat hanya kebaikan saja,
kadang yang terlihat hanya keburukan saja.
Dengan apakah kita menutup mata?
Dengan keegoisan, sumber segala konflik dan bencana!
Bukalah matamu, berhenti menilai "baik" atau "buruk",
lihatlah sesuatu apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya,
terlepas dari "suka" atau "tidak suka"
Labels:
Lesson of Live
Cinta dan Nafsu
Cinta itu bagai ruang,
ia melingkupi, namun juga memberi keleluasaan.
Nafsu itu bagi kandang,
ia mengikat, mengekang, dan tidak membiarkan bebas.
Cinta berarti keinginan agar seseorang bahagia.
Nafsu berarti keinginan untuk memiliki apapun alasannya.
Cinta terbuka bagi semua makhluk.
Nafsu hanya bagi yang enak dipandang dan dirasakan saja.
Tidak ada perbedaan antara memiliki, mengekang, mengikat, dan merampas kebebasan, Tapi manusia hanya mencari kata2 indah untuk menutupi kenyataan.
Jika apa yang kamu rasakan tidak dapat dimengerti,
cinta kah? nafsu kah?
Tanyakan ini pada dirimu : Marahkah saya jika ia kawin lari dengan sahabat baikku?
Jika ya, kamu dipenuhi nafsu! Lebih baik ia mati menderita bersamaku daripada hidup bahagia bersama orang lain...
Jika tidak, itulah cinta sejati! Jika ia bahagia, sayapun bahagia...
ia melingkupi, namun juga memberi keleluasaan.
Nafsu itu bagi kandang,
ia mengikat, mengekang, dan tidak membiarkan bebas.
Cinta berarti keinginan agar seseorang bahagia.
Nafsu berarti keinginan untuk memiliki apapun alasannya.
Cinta terbuka bagi semua makhluk.
Nafsu hanya bagi yang enak dipandang dan dirasakan saja.
Tidak ada perbedaan antara memiliki, mengekang, mengikat, dan merampas kebebasan, Tapi manusia hanya mencari kata2 indah untuk menutupi kenyataan.
Jika apa yang kamu rasakan tidak dapat dimengerti,
cinta kah? nafsu kah?
Tanyakan ini pada dirimu : Marahkah saya jika ia kawin lari dengan sahabat baikku?
Jika ya, kamu dipenuhi nafsu! Lebih baik ia mati menderita bersamaku daripada hidup bahagia bersama orang lain...
Jika tidak, itulah cinta sejati! Jika ia bahagia, sayapun bahagia...
Labels:
Lesson of Live
Monday, March 29, 2010
Apakah Kamu Sangat Mencintainya?
Apakah kamu sangat mencintai seseorang,
Sehingga kamu dapat mencintainya :
Karena ia bukan siapa-siapa?
Karena ia adalah dirinya sendiri?
Karena ia sebagaimana ia ada?
Sekalipun ia :
Adalah sampah?
Seorang penjahat?
Kawin lari dengan sahabatmu?
Sehingga kamu sanggup :
Merelakannya pergi?
Menegurnya saat ia bersalah?
Menamparnya untuk kebaikannya?
Sehingga kamu dapat mencintainya :
Karena ia bukan siapa-siapa?
Karena ia adalah dirinya sendiri?
Karena ia sebagaimana ia ada?
Sekalipun ia :
Adalah sampah?
Seorang penjahat?
Kawin lari dengan sahabatmu?
Sehingga kamu sanggup :
Merelakannya pergi?
Menegurnya saat ia bersalah?
Menamparnya untuk kebaikannya?
Labels:
Lesson of Live,
Poem
Friday, March 26, 2010
Surat Untuk Sahabat : Everything Changing
Hanya di dalam kesunyian dan kesendirianlah,
seseorang dapat menemui dirinya sendiri,
dan menyadari apa yang sulit disadari.
Waktu aku sendiri aku menulis ini.
Tak terasa sudah setahun sejak hari itu,
waktu itulah kamu yang mengajakku ke tempat ini.
Kalian menunjukkan kehangatan dan kekeluargaan yang belum pernah aku rasakan selama ini, sehingga dengan sadar aku ingin melangkah ke tempat ini dan menjadi bagian dari kalian.
Hei! Ingatkah kamu?
Saat itu kamu bilang kamu masih belum puas berada disini, sehingga kamu sempat ingin menambah waktu belajarmu yang seharusnya sudah selesai...
Saat itu kamu mengatakan kalau kamupun ingin berada disini karena tempat ini tempat yang nyaman...
Aku tidak tahu sama sekali. Sebenarnya apa sih yang dulu kamu alami? Sampai2 kamu segitu inginnya berada disini?
Rasanya hari yang telah lewat setahun itu baru kemarin.
Waktu itu ada seseorang yang menanyakan,
"Adakah teman dekat yang kalian miliki diluar tempat ini?"
Dengan polosnya aku menjawab,
"Banyak..."
Memang tidak salah jawabanku itu,
tapi rasanya kok tidak tepat juga yah?
Ternyata memang kalian semua sudah menjadi bagian dari hidupku...
Rasanya seperti baru kemarin kamu mengungkapkan,
betapa inginnya kamu berada di tempat ini...
Tapi hari ini aku baru tahu,
ternyata tempat ini sudah berubah dari apa yang kamu kenal...
Padahal karena campur tangan kamu jugalah,
aku menjadi bagian dari tempat ini...
Tapi sekarang kamu pergi begitu saja...
Aku sedikit kecewa sih,
tapi apa mau dikata,
segala sesuatu terus berubah,
tempat ini maupun kamu...
Seandainya saja kamu mau bertahan sedikit lebih lama...
Tapi tak apa...
Aku tidak punya 1000 tangan,
untuk dapat mengerjakan banyak hal.
Aku tidak punya 1000 mata,
untuk memperhatikan mereka satu persatu.
Tapi semoga saja,
dengan modal semangat dan memori yang kamu tinggalkan,
aku bisa membuat tempat ini menjadi lebih baik,
seperti tempat yang kamu kenal dulu...
Semoga kamu kuat untuk melangkah di jalan barumu,
doaku senantiasa menyertaimu...
Jika kamu merasa tersesat suatu hari nanti,
ingatlah tempat ini juga masih merupakan rumahmu dan selalu menjadi keluargamu...
seseorang dapat menemui dirinya sendiri,
dan menyadari apa yang sulit disadari.
Waktu aku sendiri aku menulis ini.
Tak terasa sudah setahun sejak hari itu,
waktu itulah kamu yang mengajakku ke tempat ini.
Kalian menunjukkan kehangatan dan kekeluargaan yang belum pernah aku rasakan selama ini, sehingga dengan sadar aku ingin melangkah ke tempat ini dan menjadi bagian dari kalian.
Hei! Ingatkah kamu?
Saat itu kamu bilang kamu masih belum puas berada disini, sehingga kamu sempat ingin menambah waktu belajarmu yang seharusnya sudah selesai...
Saat itu kamu mengatakan kalau kamupun ingin berada disini karena tempat ini tempat yang nyaman...
Aku tidak tahu sama sekali. Sebenarnya apa sih yang dulu kamu alami? Sampai2 kamu segitu inginnya berada disini?
Rasanya hari yang telah lewat setahun itu baru kemarin.
Waktu itu ada seseorang yang menanyakan,
"Adakah teman dekat yang kalian miliki diluar tempat ini?"
Dengan polosnya aku menjawab,
"Banyak..."
Memang tidak salah jawabanku itu,
tapi rasanya kok tidak tepat juga yah?
Ternyata memang kalian semua sudah menjadi bagian dari hidupku...
Rasanya seperti baru kemarin kamu mengungkapkan,
betapa inginnya kamu berada di tempat ini...
Tapi hari ini aku baru tahu,
ternyata tempat ini sudah berubah dari apa yang kamu kenal...
Padahal karena campur tangan kamu jugalah,
aku menjadi bagian dari tempat ini...
Tapi sekarang kamu pergi begitu saja...
Aku sedikit kecewa sih,
tapi apa mau dikata,
segala sesuatu terus berubah,
tempat ini maupun kamu...
Seandainya saja kamu mau bertahan sedikit lebih lama...
Tapi tak apa...
Aku tidak punya 1000 tangan,
untuk dapat mengerjakan banyak hal.
Aku tidak punya 1000 mata,
untuk memperhatikan mereka satu persatu.
Tapi semoga saja,
dengan modal semangat dan memori yang kamu tinggalkan,
aku bisa membuat tempat ini menjadi lebih baik,
seperti tempat yang kamu kenal dulu...
Semoga kamu kuat untuk melangkah di jalan barumu,
doaku senantiasa menyertaimu...
Jika kamu merasa tersesat suatu hari nanti,
ingatlah tempat ini juga masih merupakan rumahmu dan selalu menjadi keluargamu...
Subscribe to:
Posts (Atom)