Kemarin gua baca cerita random di internet, tapi entah kenapa nempel banget di kepala gua.
Ceritanya gini: ada orang terima paket nyasar. Pas dibuka, isinya kayak gumpalan daun kering gitu. Dia langsung parno, mikir ini ganja. Sempet mau lapor polisi, tapi dia taking a pause dulu — foto isi paketnya, upload ke internet, tanya orang-orang: "ini apa sih, bener ganja bukan?"
Terus ada satu scientist, kayaknya biologist, yang jawab. Dia bilang itu bukan narkoba. Itu namanya "Rose of Jericho". Bunga yang bisa bertahan hidup di tengah kekeringan ekstrem — dia masuk fase hibernasi, menggulung diri, dan kelihatan kayak gumpalan daun mati. Orang itu disuruh coba rendam "gumpalan daun" itu ke baskom air.
Foto dari the real Rose of Jericho - ketika dalam keadaan kering dan mekar
Dan benar saja. Dalam beberapa hari, gumpalang daun itu kembali segar. Mekar lagi.
Jujur ini triggering buat gua — tapi triggering yang bagus. Karena gua ngeliat ini persis kayak posisi kita sekarang, di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang lagi kayak gini. Kadang kita merasa udah kering, udah kayak "daun mati", ga ada progress, ga ada yang tumbuh. Tapi mungkin itu bukan tanda kita udah mati. Mungkin itu tanda bahwa kita cuma butuh untuk hibernasi.
Rose of Jericho ga maksa dirinya mekar di tengah kekeringan. Dia preserve dirinya sendiri, menunggu air datang. Dan pada saat air itu datang — dia ga butuh waktu lama buat balik hidup lagi.
Mungkin itu yang harus kita lakukan sekarang. Bukan memaksakan diri buat "mekar" di kondisi yang belum mendukung. Tapi tetep bertahan, preserve energi, preserve value diri sendiri, sambil menunggu momennya dateng. Bukan berarti pasrah atau diem saja — tapi lebih ke: percaya bahwa fase kering ini ada ujungnya, dan pada saat ujungnya datang, kita harus siap buat langsung tumbuh lagi, bukan malah sudah keburu hancur duluan karena maksain diri.
Rose of Jericho itu bukan simbol keputus-asaan. Dia simbol dari penantian dan strategi.
Gua mau coba pegang ini terus selama masa-masa yang lagi ga gampang ini.
No comments:
Post a Comment