Saturday, April 26, 2025
About Peace
Golden Hued Silence
Call of the Twilight
Ethic in Sprint Retro
Dalam mengelola tim Agile, kita sering dihadapkan pada dilema saat memfasilitasi sprint retrospective. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kebebasan anggota untuk berbicara dengan tetap menjaga etika dan keharmonisan dalam diskusi.
Kebebasan berbicara itu penting agar setiap orang merasa nyaman mengungkapkan pendapatnya. Namun, jika terlalu leluasa, bisa saja diskusi jadi kurang produktif dan bahkan berakhir dengan chaos. Sebaliknya, jika terlalu membatasi, anggota bisa merasa tidak aman untuk berbicara, dan itu bisa menurunkan kualitas feedback yang diterima.
Berikut beberapa cara yang mungkin bisa membantu mengatasi dilema ini:
1. Tetapkan Aturan Main di Awal
Sebelum retro dimulai, pastikan ada kesepakatan bersama tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Contohnya:
-
Fokus pada proses, bukan individu – Hindari saling menyalahkan, fokus pada solusi.
-
Respect – Setiap pendapat dihargai, meski berbeda.
-
Feedback konstruktif – Usahakan setiap kritik disertai solusi.
Tim bisa sama-sama menyusun aturan main ini agar merasa punya peran dalam menciptakan lingkungan yang aman.
2. Gunakan Teknik Facilitator yang Efektif
Sebagai fasilitator, kita bisa memanfaatkan teknik-teknik yang bisa menjaga keteraturan, seperti:
-
Start-Stop-Continue – Membantu fokus pada hal-hal yang perlu dilanjutkan, dihentikan, atau diperbaiki.
-
"I" Statements – Dorong anggota untuk berbicara dengan kalimat seperti “Saya merasa…” agar feedback lebih konstruktif.
-
Silent Brainstorming – Memungkinkan anggota memberikan pendapat secara anonim terlebih dahulu, yang kemudian dibahas bersama.
3. Hybrid: Privasi vs Transparansi
Mungkin bisa diterapkan model hybrid:
-
Di bagian awal retro, biarkan peserta berbicara anonim menggunakan tools seperti Miro atau MURAL.
-
Setelah itu, di sesi diskusi lebih mendalam, buka kesempatan bagi mereka untuk berbicara langsung dengan nama.
Dengan cara ini, anggota merasa lebih aman di awal, namun tetap ada transparansi saat diskusi sudah semakin terbuka.
4. Fokus pada Solusi
Setelah mendengarkan feedback, penting untuk berfokus pada solusi. Retrospective bukan hanya untuk mengidentifikasi masalah, tapi juga untuk merumuskan actionable steps yang bisa meningkatkan kinerja tim ke depannya.
5. Konsistensi dalam Penerapan
Penting untuk konsisten dalam menegakkan aturan yang telah disepakati. Dengan begitu, tim akan merasa lebih nyaman dan menghargai proses retro sebagai momen untuk berkembang bersama.
6. Follow-Up dan Refleksi
Setelah retro selesai, lakukan follow-up dengan anggota untuk mendapatkan feedback lebih lanjut. Apakah ada yang merasa tidak nyaman? Atau mungkin ada yang merasa terlalu banyak aturan? Dengan begitu, kita bisa terus memperbaiki proses retro agar semakin efektif.
Retrospective memang bukan hal yang mudah, tapi dengan pendekatan yang tepat, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan produktif bagi semua anggota tim. Setiap retro adalah kesempatan untuk tumbuh dan beradaptasi, jadi jangan ragu untuk terus mencari cara agar sesi tersebut semakin bernilai bagi semua.
Friday, December 7, 2018
Blessings from Magical City
Both happiness and sorrow, we experience it alone;
no one can feel what we actually feel...
Within this magic city called samsara,
illusions of beauty and ugly is conjured.
The magic of meeting ease our loneliness;
the magic of parting makes us want stay within this magical city.
Lacking of inherent nature,
both love and hatred dancing,
changing and rotating perpetually.
Soon, every memories of pain and happiness,
will become nothing more than a distant memories.
And thus, every expectation, hope, and fear,
will become nothing more than unreachable future.
Upon this sorrow, I write this words.
Within this endless cycle of birth and death,
and unending loneliness,
I pray that everyone could find happiness,
both temporary and eternally...
Thursday, December 6, 2018
Tale of Two Suns
The sun has shines brightly.
Thus, all duties has been finished.
From the joy that tainted by a bit sadness,
Sincerely I wish that you grant that warmth to many people;
as much as possible...
And you who has think of others above all things,
now is the time to think about yourself.
Forget not the peace that you found upon solitude...
Tuesday, October 23, 2018
Hologram
I'm being invited by a pure-white scene.
I'm going to a yet-unseen world.
When I was a child, I wandered
Under the gray sky
With a different map each day, so many dreams ran together,
I wondered if someday
I would make it beyond that cloud
Even though I was only taking these small steps
The falling raindrops
Persisted an irregular reflection
As though seeing into my heart
Wounded for acting strong
The rays of light crisscross
Going forever
without saying where they're headed.
My eyes are being burned by a fleeting afterimage
That's why I have to go to this yet-unseen world.
By posting black-and-white stickers
We unconsciously covered up our important things
A hologram called "dream" which was more beautiful than
Jewelstones, flowers, and the light of the stars,
And its buzzing
The scene which was painted by
Being forced out and opposing
Chagrin and loneliness
Are now blown off like bubbles
If I stumble on the straight road
And my scab tears off
I'll definitely become stronger than I currently am
I'm being invited by a pure-white scene
I'm going to a yet-unseen world.
Whenever I tremble at the shadow of tomorrow
In front of the misty sky, a rainbow-colored light
Calls at me from far away
The afternoon after a rainfall
The beams of light spread
Pouring out in bunches
The infinite gradations are mixing together
No matter where I am, under this sky
I'll surely arrive at that yet-unseen world.