Halo guys, gue cuma mau sharing sedikit tentang sesuatu yang gue lihat dan alami di salah satu online community yang gue ikuti.
Kemarin terjadi sebuah konflik yang awalnya sebenarnya cukup sederhana. Berawal dari becanda, ada yang tersinggung, kemudian berkembang menjadi konflik personal.
Yang jadi masalah adalah ketika konflik tersebut kemudian dibawa ke ranah komunitas dan melibatkan semakin banyak orang.
Orang yang merasa dirinya dibully kemudian merespons dengan menghubungi dan meneror orang-orang yang dianggap membully dia melalui berbagai channel: social media, telepon, DM, bahkan menghubungi member lain yang sebenarnya tidak terlibat. Konfliknya kemudian berkembang menjadi penghinaan, fitnah, dan tindakan-tindakan lain yang akhirnya masuk ke ranah hukum.
Sekarang orang tersebut sedang berhadapan dengan proses hukum, dan member maupun pengurus community yang bersangkutan juga ikut was-was karena kemungkinan dimintai keterangan.
Gue sharing ini bukan untuk nakut-nakutin siapa pun. Justru gue melihat ini sebagai reminder buat kita semua.
Menurut gue, salah satu hal yang sangat penting dalam sebuah community adalah adanya pengurus yang berani menjaga batas. Gue pribadi sangat appreciate kalau ada pengurus yang tegas menegur ketika ada orang yang membawa masalah personal ke dalam komunitas.
Misalnya, ketika konflik personal mulai berubah menjadi:
- mendamprat atau mempermalukan orang di depan umum;
- Screenshoot chat pribadi dan sharing ke community tanpa men-sensor identitas pribadi orang yang terlibat, dan tanpa consent dari orangnya;
- menyeret member lain yang sebenarnya tidak terlibat;
- membentuk kubu dan membuat semacam tekanan, "kalau lu nggak ikut musuhin dia, berarti lu juga musuh gue."
Menurut gue, itu bukan cara yang sehat ataupun dewasa dalam menyelesaikan konflik.
Masalah personal sebisa mungkin diselesaikan secara personal. Jangan mengubah masalah antara dua orang menjadi masalah seluruh komunitas.
Hal lain yang menurut gue penting adalah kita perlu lebih hati-hati ketika bercanda atau melakukan sesuatu di dunia digital.
Digital space mungkin terasa seperti ruang santai atau ruang privat, tapi pada praktiknya banyak hal yang kita lakukan di sana bisa menjadi public record. Sesuatu yang kita tulis hari ini bisa saja di-screenshot, disimpan, diteruskan, atau muncul kembali bertahun-tahun kemudian.
Bahkan ketika kita sudah menghapusnya, kita nggak pernah benar-benar tahu siapa yang sudah menyimpan salinannya.
Karena itu, gue pribadi punya kebiasaan sederhana: sebelum mengirim atau mem-posting sesuatu yang berpotensi sensitif, gue biasanya tulis dulu di notepad, kemudian gue baca ulang.
Gue biasanya bertanya ke diri sendiri: "Kalau tulisan ini masih ada 10 tahun dari sekarang dan suatu hari ditunjukkan di depan banyak orang, apakah gue masih nyaman mempertanggungjawabkannya?"
Kalau jawabannya nggak, biasanya gue reconsider sebelum mengirim.
Dan satu hal lagi: jangan pernah meremehkan orang hanya karena kita menganggap dia "orang kecil", "nggak punya power", atau "nggak mungkin melakukan apa-apa".
Kita nggak pernah benar-benar tahu siapa yang dia kenal, sumber daya apa yang dia punya, atau sejauh apa sebuah konflik bisa berkembang kalau salah satu pihak memilih membawa masalah tersebut ke jalur hukum.
Pada akhirnya, yang paling aman menurut gue bukanlah berpikir, "Gue bisa melakukan ini karena gue yakin nggak akan kena apa-apa."
Tapi: "Gue akan berhati-hati karena apa pun yang gue lakukan tetap punya konsekuensi."
Jadi sekali lagi, gue sangat appreciate pengurus community mana pun yang berusaha menjaga ketertiban, mencegah konflik personal merembet ke komunitas, dan berani menegur ketika batas tersebut mulai dilanggar.
Semoga sharing ini bisa jadi reminder buat kita semua. 🙏
No comments:
Post a Comment