My left eye is shedding the tears of hate;
My right eye is shedding the tears of love.
While I trying to see the reality as it is;
Those hatred still enflamed me from inside.
Monday, May 18, 2009
Monday, April 20, 2009
Love is All Around...
Jadi ceritanya kemaren-kemaren terjadi dialog antara temen gw ama gw, trus entah gimana ceritanya, meluncurlah statement dari mulut gw: "gw sayang sama temen gw", dan maksud kata 'temen' yang gw ucapkan itu dalam artian 'semua temen dan kenalan deket gw' dan dalam artian jamak. Tapi entah kenapa orang yg gw ajak ngomong bilang, "temen loe cewek?".
Lha? jadi maksud dia klo sayang harus orang yang diincer sebagai pacar githu? Menurut pengertian gw segh ngga musti... Apa sayang sama saudara, sama orangtua, sama sepupu berarti kita mau mereka jadi pacar kita? nah, hal ithu juga berlaku buat temen. Sayang sama temen ngga berarti kita mau memiliki mereka sebagai pacar...
Karena pembicaraan yang hampir serupa tidak hanya gw alami sekali, malah udah berkali-kali, makanya gw terdorong menulis artikel ini, buat meluruskan kembali pengertian dari kata "sayang" dan "cinta" di mata para remaja seusia gw.
***
Tingkat-tingkat "cinta dan sayang" :
1. Cinta Jasmani (Yunani : EROS, Sansekerta : TANHA)
Pada tingkatan ini, biasanya ciri-cirinya adalah seseorang tertarik dengan lawan jenis karena tanda-tanda fisik / yang ada di fisik mereka. Misalnya bodynya bohai, macho, cantik, ganteng, tinggi, kurus,dll. Kebanyakan para remaja yah berada di tingkat ini... mereka "hanya" menyayangi pacar / gebetan / inceran dan kurang memperhatikan rasa sayang mereka pada teman-teman yang lain. Padahal rasa ketertarikan seperti ini bisa diibaratkan sebagai naluri binatang belaka, kasarnya segh nafsu birahi... ^^ Coba kita renungkan. Kalo misalnya orang yang kita "sayang" (dalam pengertian jasmani) ithu sudah berubah fisiknya, apa kita masih akan sayang sama mereka? cepat atau lambat fisik seseorang akan berubah, bakal tua, peot, gendut, pokoknya bener-bener ga enak dipandang lagi dhe... Kalo ud bgt apa kita masih mau sayang mereka? ada juga yang bilang kalo ithu khan hanya terjadi beberapa tahun ato beberapa puluh tahun kedepan. Eitz, nanti dulu. Berarti kalo ithu sudah terjadi, loe bakal ga sayang lagi sama orang yang sekarang loe sayang ithu, malah loe bisa selingkuh, cari pasangan baru yang lebih muda, seger, energic, dll. Gimana kalo tiba-tiba orang yang loe sayang kecelakaan dan cacat seumur hidup? masi sayang ga??? Kalo orang masih berada di tingkatan seperti ini, sebaiknya jangan pernah bilang "sayang" dan jangan pernah bilang mau menikah. BERBAHAYA!!! Jujur ajha, bilang ajha loe sayang sama "body"-nya, "muka"-nya, "duit"-nya, dan bukan sama mereka sebagai pribadi. Ngga usah ditutup-tutupin sama kata-kata indah.
2. Cinta Rohani (lupa istilah lainnya... >.<)
Sekarang sedikit lebih maju. Kalo di tingkatan ini, seseorang mencintai dan menyayangi orang lain karena sifat-sifat yang tidak nampak secara kasat mata, dan kurang memperhatikan penampilan fisik lagi. Misalnya bakat, kerajinan, kebaikan hati, tutur katanya yang sopan, dll. Sifat-sifat seperti ini biasanya lebih tidak termakan waktu, malah bisa bertambah seiring waktu, apalagi kebijaksanaan. Nah, kalo mau serius sama pasangan, ini merupakan prasyarat minimum. Tapi masih ada pertimbangan laen... biar gimanapun bagusnya sifat dan kepribadian seseorang, tetep bisa berubah 180 derajad... Biasanya disebabkan pengalaman ngga enak, trauma, dll. Misalnya orang yang baik hati dan murah hati bisa jadi jahat dan licik karena trauma ditusuk dari belakang sama temen baiknya. Orang yang tutur katanya sopan bisa jadi sarkastik kalo terlalu lama ditekan, diejek, dimarahin, dll. Orang yang rajin bisa males karena hopeless perusahaannya bangkrut. Kalo kepribadiannya sudah berubah, masikah kita cinta (bukan sayang lho...) sama mereka?
3. Cinta Persaudaraan (Yunani : PHILIA)
Biarpun namanya cinta persaudaraan, tapi bisa berlaku juga sama semua orang yang kita kenal, termasuk teman, baik lawan jenis maupun sesama jenis. Di tingkatan ini, kita menerima seseorang apa adanya, terlepas fisik dan kepribadian mereka, tidak ada tuntutan lagi. Bahkan seorang pencuri, pembunuh, pelacur, dan sampah masyarakat bisa disayangi (bukan cinta...). Biasanya bila rasa sayang jenis ini ditujukan pada lawan jenis, pacaran menjadi hal kedua... yang penting temenan dulu... ^^
Karena ithu, ada yang pernah bilang, "jangan jadi pacar kalo belum bisa jadi teman dan saudara"...
4. Cinta tak-bersyarat (Yunani : AGAPE, Sansekerta : METTA)
Kalo pada cinta jasmani masih banyak tuntutan, pada cinta rohani masih tersisa sedikit tuntutan, dan pada cinta persaudaraan hanya ada satu tuntutan (yaitu harus kenal terlebih dahulu). Pada cinta tak bersyarat, sesuai namanya, tidak ada syarat apa-apa. Pada tingkatan ini, kita bisa mencintai semua orang, kenal ataupun tidak kenal, baik ataupun jahat, seperti mencintai orangtua sendiri, dan tanpa tuntututan apa-apa. Orang yang begini neh, seperti matahari yang terbit buat orang baik dan orang busuk. Ngga pilih-pilih... Zaman dulu ajha jarang ada orang begini, klo adapun biasanya adalah para nabi, santo-santa, dan orang suci... di zaman edan ini, masihkan ada aorang bisa mencintai tanpa syarat?
Demikian artikel "pendek" gw... semoga hidup kita makin dipenuhi oleh cinta dan sayang dalam arti seluas-luasnya... Peace... ^^V
Lha? jadi maksud dia klo sayang harus orang yang diincer sebagai pacar githu? Menurut pengertian gw segh ngga musti... Apa sayang sama saudara, sama orangtua, sama sepupu berarti kita mau mereka jadi pacar kita? nah, hal ithu juga berlaku buat temen. Sayang sama temen ngga berarti kita mau memiliki mereka sebagai pacar...
Karena pembicaraan yang hampir serupa tidak hanya gw alami sekali, malah udah berkali-kali, makanya gw terdorong menulis artikel ini, buat meluruskan kembali pengertian dari kata "sayang" dan "cinta" di mata para remaja seusia gw.
***
Tingkat-tingkat "cinta dan sayang" :
1. Cinta Jasmani (Yunani : EROS, Sansekerta : TANHA)
Pada tingkatan ini, biasanya ciri-cirinya adalah seseorang tertarik dengan lawan jenis karena tanda-tanda fisik / yang ada di fisik mereka. Misalnya bodynya bohai, macho, cantik, ganteng, tinggi, kurus,dll. Kebanyakan para remaja yah berada di tingkat ini... mereka "hanya" menyayangi pacar / gebetan / inceran dan kurang memperhatikan rasa sayang mereka pada teman-teman yang lain. Padahal rasa ketertarikan seperti ini bisa diibaratkan sebagai naluri binatang belaka, kasarnya segh nafsu birahi... ^^ Coba kita renungkan. Kalo misalnya orang yang kita "sayang" (dalam pengertian jasmani) ithu sudah berubah fisiknya, apa kita masih akan sayang sama mereka? cepat atau lambat fisik seseorang akan berubah, bakal tua, peot, gendut, pokoknya bener-bener ga enak dipandang lagi dhe... Kalo ud bgt apa kita masih mau sayang mereka? ada juga yang bilang kalo ithu khan hanya terjadi beberapa tahun ato beberapa puluh tahun kedepan. Eitz, nanti dulu. Berarti kalo ithu sudah terjadi, loe bakal ga sayang lagi sama orang yang sekarang loe sayang ithu, malah loe bisa selingkuh, cari pasangan baru yang lebih muda, seger, energic, dll. Gimana kalo tiba-tiba orang yang loe sayang kecelakaan dan cacat seumur hidup? masi sayang ga??? Kalo orang masih berada di tingkatan seperti ini, sebaiknya jangan pernah bilang "sayang" dan jangan pernah bilang mau menikah. BERBAHAYA!!! Jujur ajha, bilang ajha loe sayang sama "body"-nya, "muka"-nya, "duit"-nya, dan bukan sama mereka sebagai pribadi. Ngga usah ditutup-tutupin sama kata-kata indah.
2. Cinta Rohani (lupa istilah lainnya... >.<)
Sekarang sedikit lebih maju. Kalo di tingkatan ini, seseorang mencintai dan menyayangi orang lain karena sifat-sifat yang tidak nampak secara kasat mata, dan kurang memperhatikan penampilan fisik lagi. Misalnya bakat, kerajinan, kebaikan hati, tutur katanya yang sopan, dll. Sifat-sifat seperti ini biasanya lebih tidak termakan waktu, malah bisa bertambah seiring waktu, apalagi kebijaksanaan. Nah, kalo mau serius sama pasangan, ini merupakan prasyarat minimum. Tapi masih ada pertimbangan laen... biar gimanapun bagusnya sifat dan kepribadian seseorang, tetep bisa berubah 180 derajad... Biasanya disebabkan pengalaman ngga enak, trauma, dll. Misalnya orang yang baik hati dan murah hati bisa jadi jahat dan licik karena trauma ditusuk dari belakang sama temen baiknya. Orang yang tutur katanya sopan bisa jadi sarkastik kalo terlalu lama ditekan, diejek, dimarahin, dll. Orang yang rajin bisa males karena hopeless perusahaannya bangkrut. Kalo kepribadiannya sudah berubah, masikah kita cinta (bukan sayang lho...) sama mereka?
3. Cinta Persaudaraan (Yunani : PHILIA)
Biarpun namanya cinta persaudaraan, tapi bisa berlaku juga sama semua orang yang kita kenal, termasuk teman, baik lawan jenis maupun sesama jenis. Di tingkatan ini, kita menerima seseorang apa adanya, terlepas fisik dan kepribadian mereka, tidak ada tuntutan lagi. Bahkan seorang pencuri, pembunuh, pelacur, dan sampah masyarakat bisa disayangi (bukan cinta...). Biasanya bila rasa sayang jenis ini ditujukan pada lawan jenis, pacaran menjadi hal kedua... yang penting temenan dulu... ^^
Karena ithu, ada yang pernah bilang, "jangan jadi pacar kalo belum bisa jadi teman dan saudara"...
4. Cinta tak-bersyarat (Yunani : AGAPE, Sansekerta : METTA)
Kalo pada cinta jasmani masih banyak tuntutan, pada cinta rohani masih tersisa sedikit tuntutan, dan pada cinta persaudaraan hanya ada satu tuntutan (yaitu harus kenal terlebih dahulu). Pada cinta tak bersyarat, sesuai namanya, tidak ada syarat apa-apa. Pada tingkatan ini, kita bisa mencintai semua orang, kenal ataupun tidak kenal, baik ataupun jahat, seperti mencintai orangtua sendiri, dan tanpa tuntututan apa-apa. Orang yang begini neh, seperti matahari yang terbit buat orang baik dan orang busuk. Ngga pilih-pilih... Zaman dulu ajha jarang ada orang begini, klo adapun biasanya adalah para nabi, santo-santa, dan orang suci... di zaman edan ini, masihkan ada aorang bisa mencintai tanpa syarat?
Demikian artikel "pendek" gw... semoga hidup kita makin dipenuhi oleh cinta dan sayang dalam arti seluas-luasnya... Peace... ^^V
Labels:
Article
Saturday, April 18, 2009
Anak di Lantai Atas
*kata "aku" tidak merujuk pada penulis
Ini adalah cerita yang aku dengar dari teman di universitas. Seorang pria (sebut saja si K) mendapat kecelakaan mobil dan harus istirahat di rumah selama 1 minggu. K sudah menikah, tapi istrinya juga bekerja, jadi ia sendirian selama seharian. Untuk beberapa hari, ia menikmati kebebasannya, tetapi di hari ke 3, kebosanan mulai timbul. Dan ia masih harus berdiam, karena luka-lukanya belum sembuh.
Kemudian suatu hari sehabis makan siang, ia sedang menonton TV sambil bengong ketika ia mendengar ada suara tapak kaki dan suara anak-anak dari lantai atas. Ia tidak terlalu mempedulikannya, walaupun ia bertanya-tanya apakah anak-anak itu sedang libur sekolah. Hari berikutnya ia mendengar suara anak-anak yang sama lagi di wakktu yang sama juga seperti hari sebelumnya. Terdengar seperti ada 2 orang anak disana. Tempat K tinggal merupakan apartemen yang luas, tetapi pada siang hari suasananya tetap sunyi; suara anak-anak itu, bergema sangat keras, kontras dengan kesunyian lingkungan. Namun K tidak merasa terganggu, tetapi malah senang karena membuatnya tidak kesepian.
Hari berikutnya, K merasa bosan dan tidak niat memasak. Jadi ia memesan pizza. Pizza itu sampai dalam waktu 30 menit, dan kebanyakan untuk dihabiskan oleh K, sehingga ia menyisakan sebuah pizza utuh yang belum digigitnya. Biasanya ia akan menyimpan sisanya untuk istrinya, tapi kali ini ia ingat akan anak-anak di lantai atas, dan ia ingin memberi pizza itu pada mereka.
K tidak tahu siapa penghuni ruangan diatas, tetapi ia tetap memencet bell pintunya. Ia mendengar sesuatu bergerak didalam, namun tidak ada jawaban. Ia memencet bellnya lagi. Ia merasa seseorang melihatnya lewat lubang intip. "Siapa itu?" Suara serak memanggil dari balik pintu. K menjelaskan kalau ia dari ruang di bawah dan memiliki pizza sisa makan siangnya, dan bertanya apakah mereka menginginkannya. Pintu itu terbuka sedikit. Didalamnya terlihat kegelapan yang tidak biasa. Dari batas kegelapan berjarak 5 cm, seorang wanita muncul, menunjukkan hanya sebagian wajahnya. "Terima kasih banyak. Tapi kami tidak menginginkannya," kata perempuan itu dengan dingin. Terlalu gelap untuk dapat melihat ekspresi wajah perempuan itu. Dalama sekejap, K merasa ia tidak seharusnya berada di situ; tetapi ia tetap menjelaskan kalau ia ingin memberikan pizza ke anak-anak.
Hawa hangat berhembus dari pintu. Ia mencium bau yang tidak enak. Dalam sekejab wajah 2 orang anak muncul menumpuk diatas wajah perempuan itu. Pintu itu masih tetap terbuka sedikit. Mata anak-anak yang kosong itu memandang ke arah K. 3 wajah membentuk 1 baris vertikal.
"Saya mengerti... jadi... saya terima kebaikanmu." Kata perempuan itu. Ketika K menaruh kotak pizza di batas kegelapan, sebuah tangan mengambilnya dari arak kanan.
3 wajah itu masih melihat ke arah K. "Terima kasih..." ia mendengar suara serak lagi. K segera meninggalkan tempat itu. Ia merasa merinding. Dalam pikirannya, ia merasa ada sesuatu yang benar-benar salah. Gambaran dari wajah anak-anak itu membekas di pikirannya. Wajah... Ia merasa dingin di sekujur punggungnya. Wajah... membentuk 1 baris... Langkah kakinya dipercepat. Ia ingin pergi secepat mungkin. Ia menunggu lift namun tidak sampai-sampai. Membentuk 1 baris... diatas satu sama lain... Ia memencet tombol lift lagi dan lagi, tetapi liftnya tetap tidak mau sampai. Ia beralih ke tangga darurat. Kepalanya mulai sakit. Ia merasa muak.
Ketika ia membuka pintu tangga darurat, ia merasa ada yang memperhatikannya di belakang. Ia menoleh dan melihat di jarak sekitar 10 meter, 3 wajah itu sedang memandanginya dari sudut koridor. Sama seperti sebelumnya, mereka hanya memperlihatkan separuh wajah mereka dan memandangnya dengan tatapan kosong. Sinar matahari dari jendela menerangi wajah mereka.
K tidak peduli lagi dengan lukanya, ia berlarisekencangnya menuruni tangga. Walaupun biasanya ketika sehat K juga lebih sering menggunakan tangga daripada lift dan dapat menuruni 4 lantai dalam sekejab, kali ini ia merasa tidak sampai-sampai. 3 wajah bertumpuk keatas dalam 1 baris... aneh... tidak mungkin... itu berarti... tidak ada tubuh... dan yang paling aneh yang aku lihat di balik wajah-wajah itu... tangan... memegangi kepala...
Ia berlari ke toko kelontong terdekat dan meyuruh orang menelpon polisi.
Polisi datang dan mencari ke seluruh apartemen - dan menemukan tubuh seorang ibu dan anaknya di bath tub. Tubuh ini tidak memiliki kepala.
Menurut penyelidikan, sudah 3 hari sejak kepalanya terpisah dari tubuhnya. Dan sang suami, yang diketahui sebagai pembunuhnya, ditemukan bersembunyi di lemari - dalam keadaan gila. Ia beranggapan keluarganya masih hidup. Ada teror di matanya; polisi tidak mengetahui sumber dari terornya.
Tetapi K tahu.
========================
Diterjemahkan dari : Saya in Underworld
Ini adalah cerita yang aku dengar dari teman di universitas. Seorang pria (sebut saja si K) mendapat kecelakaan mobil dan harus istirahat di rumah selama 1 minggu. K sudah menikah, tapi istrinya juga bekerja, jadi ia sendirian selama seharian. Untuk beberapa hari, ia menikmati kebebasannya, tetapi di hari ke 3, kebosanan mulai timbul. Dan ia masih harus berdiam, karena luka-lukanya belum sembuh.
Kemudian suatu hari sehabis makan siang, ia sedang menonton TV sambil bengong ketika ia mendengar ada suara tapak kaki dan suara anak-anak dari lantai atas. Ia tidak terlalu mempedulikannya, walaupun ia bertanya-tanya apakah anak-anak itu sedang libur sekolah. Hari berikutnya ia mendengar suara anak-anak yang sama lagi di wakktu yang sama juga seperti hari sebelumnya. Terdengar seperti ada 2 orang anak disana. Tempat K tinggal merupakan apartemen yang luas, tetapi pada siang hari suasananya tetap sunyi; suara anak-anak itu, bergema sangat keras, kontras dengan kesunyian lingkungan. Namun K tidak merasa terganggu, tetapi malah senang karena membuatnya tidak kesepian.
Hari berikutnya, K merasa bosan dan tidak niat memasak. Jadi ia memesan pizza. Pizza itu sampai dalam waktu 30 menit, dan kebanyakan untuk dihabiskan oleh K, sehingga ia menyisakan sebuah pizza utuh yang belum digigitnya. Biasanya ia akan menyimpan sisanya untuk istrinya, tapi kali ini ia ingat akan anak-anak di lantai atas, dan ia ingin memberi pizza itu pada mereka.
K tidak tahu siapa penghuni ruangan diatas, tetapi ia tetap memencet bell pintunya. Ia mendengar sesuatu bergerak didalam, namun tidak ada jawaban. Ia memencet bellnya lagi. Ia merasa seseorang melihatnya lewat lubang intip. "Siapa itu?" Suara serak memanggil dari balik pintu. K menjelaskan kalau ia dari ruang di bawah dan memiliki pizza sisa makan siangnya, dan bertanya apakah mereka menginginkannya. Pintu itu terbuka sedikit. Didalamnya terlihat kegelapan yang tidak biasa. Dari batas kegelapan berjarak 5 cm, seorang wanita muncul, menunjukkan hanya sebagian wajahnya. "Terima kasih banyak. Tapi kami tidak menginginkannya," kata perempuan itu dengan dingin. Terlalu gelap untuk dapat melihat ekspresi wajah perempuan itu. Dalama sekejap, K merasa ia tidak seharusnya berada di situ; tetapi ia tetap menjelaskan kalau ia ingin memberikan pizza ke anak-anak.
Hawa hangat berhembus dari pintu. Ia mencium bau yang tidak enak. Dalam sekejab wajah 2 orang anak muncul menumpuk diatas wajah perempuan itu. Pintu itu masih tetap terbuka sedikit. Mata anak-anak yang kosong itu memandang ke arah K. 3 wajah membentuk 1 baris vertikal.
"Saya mengerti... jadi... saya terima kebaikanmu." Kata perempuan itu. Ketika K menaruh kotak pizza di batas kegelapan, sebuah tangan mengambilnya dari arak kanan.
3 wajah itu masih melihat ke arah K. "Terima kasih..." ia mendengar suara serak lagi. K segera meninggalkan tempat itu. Ia merasa merinding. Dalam pikirannya, ia merasa ada sesuatu yang benar-benar salah. Gambaran dari wajah anak-anak itu membekas di pikirannya. Wajah... Ia merasa dingin di sekujur punggungnya. Wajah... membentuk 1 baris... Langkah kakinya dipercepat. Ia ingin pergi secepat mungkin. Ia menunggu lift namun tidak sampai-sampai. Membentuk 1 baris... diatas satu sama lain... Ia memencet tombol lift lagi dan lagi, tetapi liftnya tetap tidak mau sampai. Ia beralih ke tangga darurat. Kepalanya mulai sakit. Ia merasa muak.
Ketika ia membuka pintu tangga darurat, ia merasa ada yang memperhatikannya di belakang. Ia menoleh dan melihat di jarak sekitar 10 meter, 3 wajah itu sedang memandanginya dari sudut koridor. Sama seperti sebelumnya, mereka hanya memperlihatkan separuh wajah mereka dan memandangnya dengan tatapan kosong. Sinar matahari dari jendela menerangi wajah mereka.
K tidak peduli lagi dengan lukanya, ia berlarisekencangnya menuruni tangga. Walaupun biasanya ketika sehat K juga lebih sering menggunakan tangga daripada lift dan dapat menuruni 4 lantai dalam sekejab, kali ini ia merasa tidak sampai-sampai. 3 wajah bertumpuk keatas dalam 1 baris... aneh... tidak mungkin... itu berarti... tidak ada tubuh... dan yang paling aneh yang aku lihat di balik wajah-wajah itu... tangan... memegangi kepala...
Ia berlari ke toko kelontong terdekat dan meyuruh orang menelpon polisi.
Polisi datang dan mencari ke seluruh apartemen - dan menemukan tubuh seorang ibu dan anaknya di bath tub. Tubuh ini tidak memiliki kepala.
Menurut penyelidikan, sudah 3 hari sejak kepalanya terpisah dari tubuhnya. Dan sang suami, yang diketahui sebagai pembunuhnya, ditemukan bersembunyi di lemari - dalam keadaan gila. Ia beranggapan keluarganya masih hidup. Ada teror di matanya; polisi tidak mengetahui sumber dari terornya.
Tetapi K tahu.
========================
Diterjemahkan dari : Saya in Underworld
Labels:
Horror
Friday, April 17, 2009
Crayon Merah
*kata "aku" di cerita ini tidak merujuk pada penulis
Cerita ini aku dengar dari temanku, yang bekerja di real estate.
Ada sebuah rumah sewaan, yang mana di dalamnya ada ruangan yang memberikan semacam perasaan aneh setiap kali dia kesana. Ada sesuatu yang janggal tentang ruangan itu, tapi ia sendiri tidak tahu apa...
Kemudian suatu hari ia pikir ia menemukan alasan dibalik perasaan anehnya; ia baru sadar kalau jarak tembok dari satu ruang ke ruang berikutnya lebih pendek satu meter dari seharusnya. Ia pergi ke sudut koridor dan mengetuk temboknya. Dan dari suara gemanya, ia berpendapat ada semacam ruang kecil diantara tembok yang ia lihat (dari dalam ruangan) dengan tembok yang ia ketuk.
Ia berpikir untuk menyelidiknya lebih lanjut. Setelah dapat izin dari bossnya, ia merubuhkan tembok tersebut.
"Akan lebih baik kalau aku menemukan tulang-belulang atau sesuatu disana," temanku menceritakan pengalamannya.
Pada kenyataannya, di dalam ruang kosong itu adalah suatu kata, yang ditulis berulang-ulang di tembok. "Mama mama mama mama mama mama mama mama mama mama ...........," sehingga kata itu berputar tidak henti, ditulis dengan crayon merah.
Akhirnya ,mereka memutuskan untuk membangun tembok itu kembali, seperti sebelumnya, tanpa menghapus coretan-coretan di dalamnya. Setelah itu ia menyewakan rumah itu ke mahasiswa lain.
========================
Diterjemahkan dari : saya in underworld
Cerita ini aku dengar dari temanku, yang bekerja di real estate.
Ada sebuah rumah sewaan, yang mana di dalamnya ada ruangan yang memberikan semacam perasaan aneh setiap kali dia kesana. Ada sesuatu yang janggal tentang ruangan itu, tapi ia sendiri tidak tahu apa...
Kemudian suatu hari ia pikir ia menemukan alasan dibalik perasaan anehnya; ia baru sadar kalau jarak tembok dari satu ruang ke ruang berikutnya lebih pendek satu meter dari seharusnya. Ia pergi ke sudut koridor dan mengetuk temboknya. Dan dari suara gemanya, ia berpendapat ada semacam ruang kecil diantara tembok yang ia lihat (dari dalam ruangan) dengan tembok yang ia ketuk.
Ia berpikir untuk menyelidiknya lebih lanjut. Setelah dapat izin dari bossnya, ia merubuhkan tembok tersebut.
"Akan lebih baik kalau aku menemukan tulang-belulang atau sesuatu disana," temanku menceritakan pengalamannya.
Pada kenyataannya, di dalam ruang kosong itu adalah suatu kata, yang ditulis berulang-ulang di tembok. "Mama mama mama mama mama mama mama mama mama mama ...........," sehingga kata itu berputar tidak henti, ditulis dengan crayon merah.
Akhirnya ,mereka memutuskan untuk membangun tembok itu kembali, seperti sebelumnya, tanpa menghapus coretan-coretan di dalamnya. Setelah itu ia menyewakan rumah itu ke mahasiswa lain.
========================
Diterjemahkan dari : saya in underworld
Labels:
Horror
Tuesday, March 17, 2009
Hyakku Monogatari (Hundred Stories)
Kali ini gw bakal membahas suatu permainan yang cukup kuno dari Jepang... Permainan ini sudah dipraktekkan sejak tahun 1600-an...
Biasanya anak muda zaman sekarang suka memainkan permmainan ini pas musim panas, perayaan obon, saat gerbang neraka terbuka menurut kepercayaan orang Jepang, untuk memanggil hantu. Berikut tata caranya.
Versi Populer :
Siapkan ruangan gelap, kumpulkan 100 orang yang masing2 diberi 1 lilin (totalnya jadi 100 lilin). Ruangan tempat berlangsungnya permainan tidak boleh sampai masuk cahaya selain cahaya dari lilin yang dipegang pemain. Kemudian semua pemain duduk melingkar dan mulai menceritakan cerita seram. Boleh yang benar2 dialami, dikarang sendiri, atau dengar2... Setiap selesai 1 cerita, pemain harus meniup lilin yang dipegangnya... Konon, kalau lilin terkahir sudah ditiup, akan muncul setan dari tengah lingkaran yang memegang lentera biru (ao-andon).
Versi Formal :
Persiapan dalam versi formal lebih rumit. Secara formal, permainan ini harus dilakukan saat bulan mati, dan perlu 3 ruangan yang tersusun dalam bentuk "L".
____________
|_____|_____|
|__2__|__1__|
|_____|_____|
|_____|
|__3__|
|_____|
Nah, kira2 gini de denah ruangannya... Kita namain ajha yah ruang 1, 2, ama 3. Sama seperti versi populernya, dalam versi formal, ketiga ruangan ini tidak boleh sampai masuk cahaya. Ruang pertama adalah tempat 100 pemain berkumpul, semua pemain harus memakai kimono biru dan tidak boleh membawa jimat ataupun senjata tajam. Dalam versi formal, tidak menggunakan lilin, tetapi andon (semacam lentera), yang diletakkan di ruang 3, tidak dibawa sendiri2 oleh pemain. Jadi, ruang 1 dan 2 akan benar2 gelap. Ruang 2 dibiarkan kosong. Di ruang 3, 100 andon diletakkan, dan disiapkan sebuah cermin. Selesai menceritkan cerita seram, pemain merangkak dari ruang 1 ke ruang 3 (tujuan merangkak adalah agar tidak terjatuh, karena ruang 1 dn 2 benar2 gelap). Kalau sudah sampai di ruang 3, silahkan meniup satu andon dan pandangi diri sendiri lewat cermin yang disediakan untuk beberapa saat, kemudian balik ke ruang 1. Dalam versi formal ini, kita tidak harus menunggu orang yg pergi ke ruang 3 kembali untuk melanjutkan giliran cerita. Cerita akan terus berlanjut walaupun ada yang sedang pergi. Kalau 100 cerita sudah lengkap, makan setan ao-andon akan datang sambil memegang lentera biru...
Walaupun teorinya pemain harus 100 dan semua lilin / andon harus mati semua, tapi pada prakteknya pemain yang dikumpulkan tidaklah harus 100, dan biasanya disisakan sebuah lilin / andon tetap menyala, sementara pemain menunggu matahari terbit. Tujuan permainan ini adalah menguji nyali, bukannya merusak tabir antara dunia ini dan alam sana... ^^
Selamat mencoba!!! ^^
Biasanya anak muda zaman sekarang suka memainkan permmainan ini pas musim panas, perayaan obon, saat gerbang neraka terbuka menurut kepercayaan orang Jepang, untuk memanggil hantu. Berikut tata caranya.
Versi Populer :
Siapkan ruangan gelap, kumpulkan 100 orang yang masing2 diberi 1 lilin (totalnya jadi 100 lilin). Ruangan tempat berlangsungnya permainan tidak boleh sampai masuk cahaya selain cahaya dari lilin yang dipegang pemain. Kemudian semua pemain duduk melingkar dan mulai menceritakan cerita seram. Boleh yang benar2 dialami, dikarang sendiri, atau dengar2... Setiap selesai 1 cerita, pemain harus meniup lilin yang dipegangnya... Konon, kalau lilin terkahir sudah ditiup, akan muncul setan dari tengah lingkaran yang memegang lentera biru (ao-andon).
Versi Formal :
Persiapan dalam versi formal lebih rumit. Secara formal, permainan ini harus dilakukan saat bulan mati, dan perlu 3 ruangan yang tersusun dalam bentuk "L".
____________
|_____|_____|
|__2__|__1__|
|_____|_____|
|_____|
|__3__|
|_____|
Nah, kira2 gini de denah ruangannya... Kita namain ajha yah ruang 1, 2, ama 3. Sama seperti versi populernya, dalam versi formal, ketiga ruangan ini tidak boleh sampai masuk cahaya. Ruang pertama adalah tempat 100 pemain berkumpul, semua pemain harus memakai kimono biru dan tidak boleh membawa jimat ataupun senjata tajam. Dalam versi formal, tidak menggunakan lilin, tetapi andon (semacam lentera), yang diletakkan di ruang 3, tidak dibawa sendiri2 oleh pemain. Jadi, ruang 1 dan 2 akan benar2 gelap. Ruang 2 dibiarkan kosong. Di ruang 3, 100 andon diletakkan, dan disiapkan sebuah cermin. Selesai menceritkan cerita seram, pemain merangkak dari ruang 1 ke ruang 3 (tujuan merangkak adalah agar tidak terjatuh, karena ruang 1 dn 2 benar2 gelap). Kalau sudah sampai di ruang 3, silahkan meniup satu andon dan pandangi diri sendiri lewat cermin yang disediakan untuk beberapa saat, kemudian balik ke ruang 1. Dalam versi formal ini, kita tidak harus menunggu orang yg pergi ke ruang 3 kembali untuk melanjutkan giliran cerita. Cerita akan terus berlanjut walaupun ada yang sedang pergi. Kalau 100 cerita sudah lengkap, makan setan ao-andon akan datang sambil memegang lentera biru...
Walaupun teorinya pemain harus 100 dan semua lilin / andon harus mati semua, tapi pada prakteknya pemain yang dikumpulkan tidaklah harus 100, dan biasanya disisakan sebuah lilin / andon tetap menyala, sementara pemain menunggu matahari terbit. Tujuan permainan ini adalah menguji nyali, bukannya merusak tabir antara dunia ini dan alam sana... ^^
Selamat mencoba!!! ^^
Labels:
Horror
Saturday, March 14, 2009
Chrono Cross
Quote ini diambil dari sebuah game lama, "Chrono Cross"...
Ngga tau kenapa juga segh, gw suka ama quote ini... ^^
=====================================
what was the start of all this?
when did the cogs of fate begin to turn?
perhaps it is impossible to grasp that answer now,
from deep within the flow of time...
but, for the certainty, back then,
we loved so many, yet hated so much,
we hurt others and were hurt ourselves...
yet even then, we ran like the wind,
whilst our laughter echoed,
under the cerulean skies...
***
thus the curtain closes on another tale.
an eternity has passed...
fleeting dreams fade into the distance...
all that is left now
is me and my memories...
but i'm sure we'll meet again,
someday, you and i...
another place, another time.
it's just that we might not realise
that you are you and i am me...
let us open the door to the great unknown,
come across another reality,
and live another today...
even when the story has been told,
life goes on...
until we meet again,
take care of yourself, my friend...
- Schala "Kid" Zeal
=====================================
Dan ini... terjemahannya... ^^
Apakah awal dari segala sesuatu?
Kapankah roda takdir mulai berputar?
Mungkin mustahil menjawabnya sekarang,
dari kedalaman aliran sang waktu...
Tetapi pastinya, dahulu,
kita banyak mencintai, juga banyak membenci,
kita menyakiti orang lain dan diri sendiri...
Meski demikian, kita berlari seperti angin,
sementara tawa kita bergema,
dibawah langit biru...
***
Demikian tabirpun menutup menuju cerita lain.
Sebuah keabadian (masa yang panjang) telah belalu...
Aliran mimpi menghilang di kejauhan...
dan yang tertinggal sekarang
adalah aku dan kenanganku...
Tapi aku yakin kita akan bertemu lagi,
suatu hari, aku dan kamu...
di tempat lain, waktu lain.
Hanya kita belum menyadari,
kamu adalah kamu dan aku adalah aku...
Mari kita membuka pintu menuju misteri,
menyebrangi realitas berbeda,
dan hidup di hari lain...
Bahkan jika cerita (ini) diceritakan,
kehidupan akan terus berlanjut...
Sampai kita bertemu lagi,
jagalah dirimu, sahabatku...
- Schala "Kid" Zeal
Ngga tau kenapa juga segh, gw suka ama quote ini... ^^
=====================================
what was the start of all this?
when did the cogs of fate begin to turn?
perhaps it is impossible to grasp that answer now,
from deep within the flow of time...
but, for the certainty, back then,
we loved so many, yet hated so much,
we hurt others and were hurt ourselves...
yet even then, we ran like the wind,
whilst our laughter echoed,
under the cerulean skies...
***
thus the curtain closes on another tale.
an eternity has passed...
fleeting dreams fade into the distance...
all that is left now
is me and my memories...
but i'm sure we'll meet again,
someday, you and i...
another place, another time.
it's just that we might not realise
that you are you and i am me...
let us open the door to the great unknown,
come across another reality,
and live another today...
even when the story has been told,
life goes on...
until we meet again,
take care of yourself, my friend...
- Schala "Kid" Zeal
=====================================
Dan ini... terjemahannya... ^^
Apakah awal dari segala sesuatu?
Kapankah roda takdir mulai berputar?
Mungkin mustahil menjawabnya sekarang,
dari kedalaman aliran sang waktu...
Tetapi pastinya, dahulu,
kita banyak mencintai, juga banyak membenci,
kita menyakiti orang lain dan diri sendiri...
Meski demikian, kita berlari seperti angin,
sementara tawa kita bergema,
dibawah langit biru...
***
Demikian tabirpun menutup menuju cerita lain.
Sebuah keabadian (masa yang panjang) telah belalu...
Aliran mimpi menghilang di kejauhan...
dan yang tertinggal sekarang
adalah aku dan kenanganku...
Tapi aku yakin kita akan bertemu lagi,
suatu hari, aku dan kamu...
di tempat lain, waktu lain.
Hanya kita belum menyadari,
kamu adalah kamu dan aku adalah aku...
Mari kita membuka pintu menuju misteri,
menyebrangi realitas berbeda,
dan hidup di hari lain...
Bahkan jika cerita (ini) diceritakan,
kehidupan akan terus berlanjut...
Sampai kita bertemu lagi,
jagalah dirimu, sahabatku...
- Schala "Kid" Zeal
Friday, February 27, 2009
Cara Mengatasi Ledakan Amarah
Kalo misalkan teman2 sedang gusar dan mau "meledak"... Ada cara2 mudah yang bisa dipakai buat meredam dan mencegah "ledakan" tersebut... tapi cuma meredam lho... sebaiknya segera setelah ngga terlalu emosi, selesaikan permasalahan teman2... ^^
Cara pertama :
Berhitung... 1-100...
Coba ajha klo ngga percaya, pas hampir "meledak", hitung dalam hati 1-100 (maximal...), atau boleh juga diucapkan (tapi sebaiknya dengan suara pelan... ^^), hitung dengan cepat... Biasanya seh marahnya jadi lupa...^^
Cara kedua :
Minum air... Lakukan pelan-pelan juga...
Soalnya minum air juga memberi efek terapi menenangkan... Tapi lakukan pelan2, soalnya kalo terlalu cepet, apalagi pas lagi marah2, bisa2 ulu hatinya / lambungnya sakit lho... (pengalaman pribadi negh... ^^)
Cara ketiga :
Tempelkan lidah ke langit2 mulut, tarik nafas dari mulut pelan2 (tepatnya dari samping2 lidah yg dinaikkan tadi), disimpan di diafragma (pernafasan perut), buang lewat hidung. Lakukan 3 (minimal) sampai 9 kali (maksimal).
Kalo dilakukan dengan benar dan perlahan, bakal terasa hawa dingin di mulut. Menurut Dr. Oz (yg suka nonton Oprah pasti tahu... ^^), hawa dingin tersebut merupakan kunci vital buat mencapai ketenangan secara kilat... ^^
Cara keempat (not reccomended) :
Guyur kepala pake air dingin... Biar medinginkan hati dan kepala yang panas juga... ^^
Nah... demikian cara2 singkat tapi ampuh buat meredam emosi yang hampir meledak... bukan cuma buat marah koQ... bisa juga buat kalo gugup...
Silahkan dicoba, barangkali pas ngambek ama orang tua, pas pacar selingkuh, pas ngga ada yang ngucapin selamat ulang tahun, ato pas kesel ama temen...
Kalo semua cara it ud ngga mempan lagi... gampar saja orang yang bersangkutan... ^^ (tulisan terakhir ini jangan diikuti...)
Peace... V
Cara pertama :
Berhitung... 1-100...
Coba ajha klo ngga percaya, pas hampir "meledak", hitung dalam hati 1-100 (maximal...), atau boleh juga diucapkan (tapi sebaiknya dengan suara pelan... ^^), hitung dengan cepat... Biasanya seh marahnya jadi lupa...^^
Cara kedua :
Minum air... Lakukan pelan-pelan juga...
Soalnya minum air juga memberi efek terapi menenangkan... Tapi lakukan pelan2, soalnya kalo terlalu cepet, apalagi pas lagi marah2, bisa2 ulu hatinya / lambungnya sakit lho... (pengalaman pribadi negh... ^^)
Cara ketiga :
Tempelkan lidah ke langit2 mulut, tarik nafas dari mulut pelan2 (tepatnya dari samping2 lidah yg dinaikkan tadi), disimpan di diafragma (pernafasan perut), buang lewat hidung. Lakukan 3 (minimal) sampai 9 kali (maksimal).
Kalo dilakukan dengan benar dan perlahan, bakal terasa hawa dingin di mulut. Menurut Dr. Oz (yg suka nonton Oprah pasti tahu... ^^), hawa dingin tersebut merupakan kunci vital buat mencapai ketenangan secara kilat... ^^
Cara keempat (not reccomended) :
Guyur kepala pake air dingin... Biar medinginkan hati dan kepala yang panas juga... ^^
Nah... demikian cara2 singkat tapi ampuh buat meredam emosi yang hampir meledak... bukan cuma buat marah koQ... bisa juga buat kalo gugup...
Silahkan dicoba, barangkali pas ngambek ama orang tua, pas pacar selingkuh, pas ngga ada yang ngucapin selamat ulang tahun, ato pas kesel ama temen...
Kalo semua cara it ud ngga mempan lagi... gampar saja orang yang bersangkutan... ^^ (tulisan terakhir ini jangan diikuti...)
Peace... V
Labels:
Article
Subscribe to:
Posts (Atom)